PNS Pemkot Bitung Diduga Diwajibkan Ikut Asuransi Swasta

TopikSulut,Bitung- Pegawai Negeri Sipil (PNS) dijajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, diduga dipaksa mengikuti asuransi swasta.
Tak pelak, para PNS ini pun merasa keberatan dengan kebijakan Pemkot Bitung yang mengharuskan pegawai untuk ikut asuransi jiwa swasta. Padahal para pegawai tersebut mengaku telah memiliki jaminan melalui iuran korpri dan BPJS Kesehatan.
menurut informasi dari berbagai sumber, saat ini Pemkot Bitung sementara berupaya agar semua PNS ikut asuransi jiwa swasta. Hal ini dinilai sebagai bentuk pemaksaan dan melanggar, karena ikut asuransi bukanlah suatu kewajiban. Anehnya, setiap PNS yang tidak mau ikut namanya dicatat oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Oktavianus Tumundo.
Meski keberatan, sebagian PNS takut untuk berbicara. “Hal itu memang ada, tapi terkesan dipaksa. Iuran korpri saja saat ini tidak jelas, terus kita sudah mengikuti BPJS kesehatan,” kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Oktavianus Tumundo saat dikonfirmasi membantah adanya unsur paksaan untuk mengikuti asuransi jiwa tersebut.
“Kami tidak memaksa para pegawai untuk ikut, kami hanya memberikan kemudahan secara khusus bagi pegawai. Mengingat pihak asuransi memberikan keringanan bagi pegawai hanya Rp150 ribu per bulan, sementara yang bukan pegawai jika mengikuti asuransi ini standarnya Rp500 ribu per bulan. Menurut saya, ikut asuransi ini pasti untung, karena sistemnya menabung, pengembaliaannya ada,” kata Tumundo, Selasa (11/7/2017).
Beberapa pegawai, kata Tumundo memang sudah ada yang mengerti dan belum mengerti sepenuhnya tentang sistem asuransi ini. Sehingga masih butuh banyak sosialisasi dari pihak asuransi.
“Sudah beberpa kali dilaksanakan sosialisasi terkait hal ini, sebagian pegawai memang sudah menerima untuk mengikuti asuransi tersebut, namun ada juga yang belum mengerti, sehingga meminta untuk dilakukan sosialisasikan lagi,” katanya. (hzq)