Kasus Penggelapan Miliaran Uang Novotel

• Terdakwa Herry Minta Keringanan (Pledoi)

Topiksulut.com, MANADO – Sidang perkara dugaan penggelapan Rp1,3 miliar uang Novotel, dengan terdakwa HNL alias Herry kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) ,Rabu (26/07).

Sidang yang dipimpin majelis hakim sebagai ketua majelis adalah Ketua PN Manado, Djaniko Girsang, dkk ini memasuki agenda nota pembelaan yang dibacakan Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Christian SH.

Dalam pledoi alias nota pembelaan, Terdakwa melalui PH nya meminta Majelis Hakim dapat mempertimbangkan beberapa hal dan memberikan keringanan terhadap terdakwa.

Setelah mendengar pledoi PH terdakwa, Majelis Hakim langsung meminta tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta tanggapan balik PH terdakwa. Dan kedua pihak pun sepakat mengajukan jawaban langsung secara lisan. Dimana, JPU tetap pada tuntutan, sedangkan PH terdakwa tetap pada pembelaan.

Usai itu, Majelis Hakim kemudian mengagendakan sidang berikutnya masuk dalam pembacaan putusan.

Diingatkan kembali, terdakwa Herry harus terjerat pasal 378 KUHPidana, terdakwa nekad menggelapkan miliaran uang Novotel. Menurut dakwaan JPU, aksi tersebut dilakoni terdakwa sejak Mei-Desember 2016.

Dimana, tindak pidana yang dilakukan terdakwa, salah satunya dengan cara menerima uang muka calon pengguna jasa atau iven di Novotel. Parahnya, uang itu malah tidak disetor terdakwa ke kas bank. Tak hanya itu, terkuak pula kalau terdakwa sering menggunakan uang di kas kecil front office. (serly)