Enam Negara di Asia Tenggara Berkumpul di Manado Bahas Masalah Terorisme

TopikSulut.com, MANADO – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto melaksanakan rapat koordinasi tentang kesiapan pelaksanaan Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT) yang digelar di Indonesia, tepatnya di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (28/7/2017).

Konferensi yang membicarakan masalah melawan terorisme di kawasan Asia Tenggara itu dihadiri oleh lima negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

“yang kita undang negara-negara yang berada di kawasan perairan Sulu yaitu New Zealand, Australia, Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia sebagai host tuan rumah,” ujar Menko Polhukam, Wiranto, Jumat (28/7/2017).

Materi dalam pertemuan tersebut menurut Wiranto difokuskan pada bagaimana mempelajari anatomi, kondisi, situasai yang terjadi di Filipina Selatan untuk bersama-sama menanggulanginya.

“semua negara di Asia Tenggara sepakat untuk tidak mau wilayahnya dijadikan sebagai basis baru dari ISIS,” tegas Wiranto

Untuk itu lanjut Wiranto, yang perlu dilakukan adalah perbincangan apa yang bisa dilakukan bersama-sama untuk melawan kegiatan-kegiatan ISIS di Filipina Selatan dan di perairan Sulu.

“Apakah kita akan masuk pada wilayah cyber nya, apakah kita masuk wilayah keleluasaan kegerakannya dengan patroli maritim bersama, apakah kita tukar menukar informasi dan pengalaman, apakah kita bersama-sama melakukan pembelajaran bagaimana fighter terrorist yang kembali ke wilayah masing-masing negara, apakah kita mencoba memotong jalur-jalur logistiknya, itu semua kita akan rundingkan di sana,” jelas Wiranto.

Menko Polhukam juga kembali mengingatkan bahwa sekarang Indonesia sudah cukup dikenal sebagai negara yang dapat melakukan langkah-langkah cukup efektif dalam melawan terorisme. Indonesia mendapatkan apresiasi karena tidak hanya melaksanakan dari sudut hard approach yaitu dengan langkah-langkah tegas dan keras, tetapi juga dengan cara soft approach.

“Di hulu kita cegat dengan operasi soft approach, pembinaan dan deradikalisme. Dibina untuk kemudian menjadi kekuatan untuk kembali melawan aksi-aksi terorisme. Itu yang membuat Indonesia saat ini mendapatkan apresiasi dari negara-negara lain,” pungkas Menko Wiranto.

Hadir dalam rakor tersebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Komjen Pol Suhardi Alius, Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin, Sekretaris Kemenko Polhukam Mayjend Yoedhi Swastono, Deputi Koordinasi Politik Luar Negeri Lutfi Rauf, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Irjen Pol Carlo Brix Tewu, serta kementerian dan lembaga terkait.

(Bhansu)