Jelang 2 Tahun Kepemimpinan, OD-SK Jadikan Sulut Posisi Terendah Angka Kemiskinan se-Sulawesi

Topiksulut.com, POLITIK / PEMERINTAHAN –¬†Program prioritas besutan dua sejoli Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw terkait ‘Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan’ (ODSK), pelan namun pasti semakin menunjukan keberhasilan.

Hal itu terbukti dari data yang diperoleh tim Topiksulut.com, siang (02/08/2017) tadi diruang kerja Kepala Biro SDA dan Perekonomian Provinsi Sulut, DR. Frangky Manumpil M.Si, yang menyatakan bahwa sejak Maret 2017 Provinsi Sulut berada diposisi terendah terkait jumlah kemiskinan dibandingan provinsi lain di pulau Sulawesi.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, posisi angka kemiskinan Sulut yang pada bulan September 2016 masih pada angka 198.880 jiwa, berubah di bulan Maret 2017 turun menjadi 1.470 jiwa. Hal ini membuktikan angka kemiskinan Sulut semakin hari semakin menurun.

Menurut Manumpil, hal ini bisa disebabkan banyak aspek, contohnya lapangan pekerjaan yang mulai bertambah, pendapatan yang mulai naik dan lain-lain, seperti meningkatnya kedatangan turis mancanegara (China), masuknya berbagai investor di berbagai aspek bidang, tentu akan berpengaruh pada pendapatan seperti perhotelan, rumah makan, infrastruktur, jasa, industri dan lapangan pekerjaan lainnya.

“Bisa dari banyak aspek, kemungkinan juga karena pendapatan rumah tangga miskin menjadi kebih tinggi dari garis kemiskinan”, ungkap Manumpil.

“Contoh kongkrit, jika sektor pariwisata semakin terbuka, kunjungan turis semakin banyak, nah itu pasti berpengaruh kepada kebutuhan jasa layanan hotel, trasportasi, kebutuhan pangan di rumah-rumah makan, yang tentu juga berpengaruh pada kenaikan kebutuhan subsidi pangan seperti sayur, ikan daging bahkan pekerja dan lain-lain, hal ini pasti akan berimbas kepada meningkatnya kebutuhan sekaligus pendapatan bagi para petani sayur, rempah-rempah, para nelayan, driver, dan sebagainya”, beber Manumpil jelas.

“Sulut menjadi satu-satunya provinsi di Sulawesi yang mengalami penurunan penduduk miskin pada periode Maret 2017. Penurunan itu juga dibandingkan penurunan penduduk miskin secara nasional yang tercatat turun -0,06 persen dari 10,70 persen menjadi 10,64 persen,” tambahnya. (Chris)