Pemerintah Kota Manado Lewat Event Manado Fiesta Gelar Festival Food Dengan Lomba Bakar Ikan dan Dabu-dabu

Topiksulut.com РManado, FESTIVAL Food dalam rangka iven pariwisata Manado Fiesta 2017 digelar di Taman Berkat atau God Bless Park Manado, Jumat (08/09) sore tadi. Lomba kuliner dengan racikan menu ikan bakar lengkap dengan dabu-dabu atau sambal khas Manado, ditampilkan para peserta utusan Perangkat Daerah, kecamatan sampai kelurahan di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Festival Food dalam bentuk lomba bakar ikan antar Perangkat Daerah, terlaksana secara meriah.

Berdasarkan penilaian tim juri yang terdiri dari berbagai profesi dipimpin Chef Nasional asal Manado Denny Lumangkun, keluar sebagai pemenang petama yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), disusul pemenang kedua Sekretariat Daerah (Setda) Kota Manado dan pemenang ketiga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado. Sedangkan untuk lomba membuat dabu-dabu antar kelurahan se-Kota Manado dimenangkan oleh Kelurahan Bumi Beringin.

Dalam sambutan pembukaan, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA yang turut didampingi istri tercinta Prof Julyeta PA Runtuwene mengatakan, kegiatan lomba bakar ikan dan lomba dabu-dabu dilaksanakan sebagai rangkaian Manado Fiesta 2017. “Saya berharap, kegiatan ini dapat menggali potensi kita yang saya yakini orang Manado gemar makan ikan.

Bukan hanya gemar makan ikan, tetapi juga jago bakar ikan dan makan pidis atau dabu-dabu. Nah, di lomba ini mari kita buktikan,” tukas Walikota GSVL. Orang nomor satu di Manado itu mengapresiasi kehadiran Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jakarta dipimpin Angelica Tengker. “Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada saudara- saudara kita dari K3 Jakarta.

Selamat menikmati rangkaian acara Manado Fiesta yang telah berlangsung dari tanggal 1 dan akan berakhir tanggal 10 September,” tandas Walikota GSVL. Dalam kesempatan itu, K3 Jakarta bersama Walikota GSVL melakukan penanaman pohon Gaharu di sekitar Taman Berkat. Dipenghujung acara tampil para pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dengan pakaian yang unik dan eksotik.

(Steysi)