Berkas Ketua Koperasi PD Pasar Manado Makmur Berhikmat- Pinasungkulan, Suranta Ginting Resmi Limpahkan ke Pengadilan Tipikor

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Kasus tindak pidana korupsi revitalisas pembangunan Pasar Karombasan Tahun 2014, yang menjerat staf PD pasar atau juga sebagai Ketua koperasi PD Pasar Makmur Berhikmat, perempuan Dra. Jeany bermuara juga ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) , dengan telah resmi dilimpahkan berkas perkaranya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) , Melly Suranta Ginting . Rabu (22/11).

Terpantau sekitar pukul 13.00 Wita, saat Kasiepidsus Ginting tiba di Pengadilan dengan membawa berkas yang dipegangnya. Ia pun mengakui kalau itu adalah berkas Jenny yang akan diserahkan pada bagian Panitera Muda (Panmud) Tipikor Marthen Mendila.

“Iya, ini berkas terdakwa Jenny. Hari ini (kemarin,red) kita resmi limpahkan ke Pengadilan Tipikor, ” ucap Ginting sembari mengatakan jika berkas sudah lengkap sehingga tidak berlama-lama pihaknya melimpahkan, agar segera disidangkan.

Ia pun menegaskan proses hukum ini akan tetap bergulir sampai mempunyai kekuatan hukum tetap. “Iya, itu komitmen kita, sejak awal karena korupsi adalah musuh kita bersama,” tandas mantan Kajari Boroko ini.

Terpisah, pihak Pengadilan Tipikor sendiri, saat dikonfirmasi melalui Humas Alfi Usup membenarkan pelimpahan berkas tersebut. “Ya, berkas tersebut sudah dilimpahkan. Berkasnya sudah teregister, dengan nomor : 28/Pid.sus-TPK/2017/PN.Mnd, tinggal menunggu penetapan majelis hakim yang akan mengadili perkara oleh ketua PN,” singkat Usup yang dalam waktu dekat ini akan beralih tugas sebagai Wakil Ketua PN Bitung.

Terinformasi, Jenny telah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 12 September 2017. Dia selaku Ketua Koperasi, dipercayakan mengelola dana Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), terkait program revitalisasi di Pasar Karombasan. Dan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan didapati aliran dana korupsi tersebut mengalir ke tangan Jenny.

Tersangka diduga telah menikmati uang negara sekira Rp500 juta lebih dari pagu anggaran sebesar Rp900 juta. Selain itu, revitalisasi Pasar Karombasan dinilai tidak tuntas sampai selesai.

“Karena berdasarkan RAB (Rencana Anggaran Biaya, red), pembangunan hanggar 2 unit dan 20 kios. Nyatanya, saat tim penyidik turun ke lapangan, hangar yang dibangun hanya 1 dan belum juga terselesaikan. Sementara untuk pembangunan kios hanya ada 8 bangunan,” rinci Ginting beberapa waktu lalu.

Jenny pun dijerat sebagaimana dalam (Primair) Pasal 2 ayat (1), Pasal 2 ayat (1) dan (sekunder) Pasal 3 ayat (1) Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang revisi atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ely)