Rampas HP , Tukang Ojek Online Novrian Dimeja-hijaukan

Rampas HP , Tukang  Ojek Online Novrian Dimeja-hijaukan

TOPIKSULUT.COM, MANADO -Kasus perampasan telpon genggam terhadap korban perempuan Melisa di Kawasan Stadion Klabat, dengan terdakwa NGTK alias Novrian harus duduk kursi panas diperiksa di PN (Pengadilan Negeri) Manado, Senin (04/12/2017) kemarin.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Betsy Matuanakota, JPU Noval Taher membacakan surat dakwaan yang menjerat Novrian.

Peristiwa tersebut berlangsung di Stadion Klabat, Kelurahan Ranotana, Kecamatan Sario, (12/08), sekitar pukul 16.00 Wita.

Kejadian itu bermula saat terdakwa kepepet perlu uang untuk membayar hutang. Terdakwa pun mengeluh kepada temannya lelaki Deini (DPO), di atas sepeda motor yang dikendarai Deini.

Saat memasuki kawasan Stadion Klabat, keduanya melihat Melisa Mustaman yang saat itu tengah memegang Hand Phone di atas sepeda motor yang tengah diparkir.

Deini kemudian berkata kepada terdakwa “Kamu perlu uang? Sana ada perempuan yang pegang HP”. Melihat mangsa di depan mata dan ada kesempatan, keduanya pun menuju sasaran.

Keduanya pun berhasil merampas barang yang disasar. Kendati untuk mendapatkan itu, korban sempat melawan.

Rupanya, akibat perlawanan itu, kedua pelaku panik dan Deini berhasil melarikan diri dengan sepeda motor. Apes bagi terdakwa, saat lari arah Karombasan, terdakwa berhasil dikejar dan ditangkap massa. Atas perbuatan tersebut, terdakwa dijerat dengan pasal 365 ayat (2) ke 2 KUHP dan pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP.

Dalam persidangan, korban yang dihadirkan JPU membenarkan dakwaan yang dibacakan JPU.

Dan korban memohon, agar Hand Phone yang menjadi barang bukti agar bisa dikembalikan.
“Benar Majelis Hakim, terdakwa bersama temannya yang merampas HP saya. Sebelumnya terjadi tarik-menarik sampai kami bertiga jatuh, tapi karena saya perempuan kalah kekuatan dan akhirnya dirampas. Saya mohon Majelis dan JPU agar HP saya dikembalikan, sebab sebagai ojek online HP sangat diperlukan untuk kerja. Selama ini hanya pinjam HP adik saya,” beber korban.

Permohonan korban langsung dijawab ketua majelis hakim agar membuat permohonan. “HP akan kembalikan, silahkan buat permohonan pinjam pakai,” papar Majelis Hakim yang langsung diyakan JPU. (ely)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan