Transparansi Anggaran PN Manado, Banar : Terbatas, Namun Efisien Dan Kreatif

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Melihat perombakan mendasar di Pengadilan Negeri (PN) Manado, sepertinya menghabiskan anggaran ratusan juta. Dahulu terlihat sumpek, dan berantakan, tapi sekarang jauh lebih bersih, teratur, dan terasa lega. Timbul pertanyaan berapa nominal yang sudah dihabiskan?.

Ketua PN Edward Simarmata SH LLM MTL melalui Hakim Juru Bicara Pengadilan Vincentius Banar SH MH mengatakan jika tidak ada anggaran pembangunan tahun 2018. Tahun ke tahun, anggaran pemeliharaan sama.

“Di tahun ini berubah strategi. Bulan Januari menghabiskan Rp 12,5 juta. Bulan Februari akan memakai jumlah yang sama. Demikian terus berlangsung sampai akhir tahun,” ungkap Banar ketika diwawancarai sejumlah media, Selasa (23/01/2018).

Lanjut Banar dengan strategi PN Manado sekarang yang berbeda.Semua pengeluaran, harus diprioritaskan pada 2 (dua) tujuan utama pengadilan, yaitu penanganan perkara, dan minutasi. Ada hubungan langsung.

“Pelaksanaan sangat kreatif. Efisien, dan minim pengeluaran. Banyak memakai peralatan yang sudah ada. Tidak ada pembelian baru. Contohnya perombakan lobi utama, tidak pakai biaya. Karena hanya geser menggeser meja supaya lebih fungsional. Dicat ulang, lalu dibelikan taplak meja baru. Langsung, cling,” ujar Banar sambil tersenyum.

Terbukti, kreatifitas PN Manado tidak harus mahal. Menurutnya lagi, pengecatan kantor, kalau dulu dikerjakan sekaligus untuk 1 (satu) gedung, sekarang dicicil hanya dicat bidang kotor saja. Sebulan ini, baru menghabiskan 20 kg cat, itupun masih bersisa banyak.

Sama halnya dengan pemasangan monitor persidangan, karena mempunyai perlengkapan bernilai mahal, tentunya akan bertanya-tanya berapa biaya yang dipakai. Komputer dan monitor TV semuanya dipakai yang sudah ada. Bekas pakai dari inventaris lama, Daur ulang.

Kendati begitu, tetap ada kendala , seperti pada pengadaan kabel. Saat ini dalam pemesanan. Stok yang tersedia di kota Manado, hanya kabel VGA seharga Rp 40 ribu per meter.

“Karena harga masih terlalu mahal. Ketua PN minta untuk carikan alternatif – kabel RCA yang lebih murah. Beliau minta, dicarikan barang dengan plafon harga maksimal Rp 5 ribu per meter. Sementara ini, tukang setempat belum sanggup, namun penjelasan beliau, hal yang sama pernah dilakukan di pengadilan lain, dan berhasil,” tutup Banar seraya menambahkan jumlah pemakaian perbulan adalah hasil pembagian total anggaran perawatan per tahun, lalu dibagi 12 (dua belas) bulan, untuk menentukan plafon setiap bulan. Dan seperti dikatakan Ketua PN jika plafon perbulan hanya boleh dipakai sejumlah itu. (*/ely)