Kinerja Capai 39.85 Persen. Edward Simarmata Optimis PN Manado Mampu Terobos Persaingan PN Besar Lainnya

● Untuk Pengadilan Tangani 1001-2000 Perkara

● PN Manado Di Posisi 3 Pengadilan Besar Terproduktif Di Indonesia

TOPIKSULUT.COM,MANADO – Mahkamah Agung RI memantau kinerja seluruh unit kerjanya secara “real time”. Hitungan menit per menit. Sangat ketat. Semua dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pengadilan.

Penilaian kinerja Pengadilan Negeri (PN) Manado, diantara lembaga peradilan lainnya. Pengadilan kebanggaan Sulawesi Utara ini terus menggeliat, bahkan melompat. Apakah mampu menerobos ketatnya persaingan antar pengadilan besar di Indonesia? Sejarah nanti akan membuktikan.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Manado, Edward Simarmata SH LLM MTL melalui Hakim Juru Bicara Pengadilan, Vincentius Banar SH MH mengatakan meningkatnya kinerja PN Manado, seperti lompatan quantum. Masih di bulan pertama awal tahun, Januari 2018 , PN Manado telah berhasil berada diurutan ke tiga dengan capaian kinerja 39.85 persen.

Untuk kategori pengadilan yang tangani antara 1.001 – 2.000 perkara/tahun, terutama dibandingkan dengan pengadilan yang menjuarai kinerja di tahun 2017, PN Manado 39,85% berada diurutan ke-3 , setelah PN Tulungagung Kelas 1B (Jawa Timur) 58,68%, dan PN Kepanjen Kelas 1B (Jawa Timur) – 47,78 persen.

Dengan data perkara tgl 31 Januari 2017, telah putus/minutasi 197 perkara, dan nilai SIPP 29 persen.

“Berdasar data perkara tgl 5 Januari 2018 hanya dalam tempo 5 (lima) hari kerja, sudah meningkat lebih tinggi lagi, telah putus/minutasi sebanyak 271 perkara, dengan nilai SIPP melonjak cepat menjadi 39,85 persen,” ungkap Hakim Banar dalam pesan WhatsApp, Minggu (4/2/2018).

Membanggakan, perbandingan untuk produktifikas pengadilan yang mampu putus/minutasi diatas 250 perkara/bulan, PN Manado – 271 putus/minutasi berada diurutan ke-3 (tiga), setelah PN Banjarmasin Kelas 1A (Kalimantan Selatan) – 322 putus/minutasi, dan PN Pontianak Kelas 1A (Kalimantan Barat) – 293 putus/minutasi.

Dijelaskan Hakim Banar , Tingkatan pengadilan Indonesia terbagi dalam berbagai kelas, dari Kelas II (terkecil), IB, 1A, sampai kepada 1A Khusus (tertinggi). PN Manado berada dikelompok kelas 1A.

“Untuk mengukur kinerja PN, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, membagi pengadilan dalam 4 (empat) kategori berdasar jumlah perkara yang ditangani pertahun, yaitu: antara 0 – 500 perkara (terkecil), antara 501 – 1.000 perkara, lalu antara 1.001 – 2.000 perkara, dan yang terbesar adalah 2.001 perkara keatas. PN Manado berada dalam kelompok antara 1.001 – 2.000 perkara pertahun,” terangnya.

Lanjutnya, kilas balik , dalam perlombaan SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) tahun 2017 lalu, PN Manado kalah telak. Sama sekali tidak masuk hitungan.

Juara pengadilan di kelompok 1.000 – 2.000 perkara per tahun adalah PN Stabat Kelas 1B (Sumatera Utara), PN Kabupaten Kediri Kelas 1B (Jawa Timur), dan PN Kepanjen Kelas 1B (Jawa Timur).

“Sedangkan juara kelompok pengadilan diatas 2.000 perkara PN Lubuk Pakam Kelas 1A (Sumatera Utara), PN Denpasar Kelas 1A (Bali), dan PN Batam Kelas 1A (Riau),” tambah Hakim Banar.

Dan untuk saat ini, tentunya PN Manado memantau kinerja pengadilan lain dengan “adjustment/penyesuaian” untuk dapat mengejar berbagai prestasi. Karena tahun-tahun sebelumnya, meskipun sudah merasa siap, tetapi masih tertinggal dari pengadilan lain.

Ini bukan suatu Kebetulan di tahun 2018 , PN mempunyai manager baru , dia adalah Ketua PN Manado Simarmata , pria yang memiliki track record peraih penghargaan ISO. Dibawah kepemimpinan-nya, strategi dan pelaksanaan juga memakai teknik baru. Kelihatan sederhana , dan sebelumnya sudah ada, namun sangat kreatif sekali dimanfaatkan.

“Perintah Ketua PN Manado sangat jelas. Selain peningkatan kinerja, akan ditekankan pada quality control dan akurasi data. Beliau ( Simarmata, red) berpesan. Saat ini memang ranking 3 . Ini masih data sementara. Ada 11 bulan lagi di tahun 2018, waktu yang panjang bagi pembuktian kualitas kinerja PN Manado,” ujar Hakim Banar menirukan kembali pesan ketua PN.

“Terlepas dari persaingan antar pengadilan, yang terpenting bagi kita adalah, bagaimana mencapai kepuasan pengguna pengadilan di kota Manado, dan Sulawesi Utara. Jalan masih panjang,” kunci Hakim Banar. (ely)