Terkait Kabinet Sulut Hebat yang Baru, T Academic Berikan Masukan

Topiksulut.com, MANADO – Hadirnya Kabinet ‘Sulut Hebat’ yang baru saja dikukuhkan oleh Gubernur Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw (OD-SK), dinilai masih belum maksimal.

Hal itu diungkapkan pendiri oleh Lembaga Kajian Sosial & Politik Tumbelaka Academic (T Academic), Taufik Tumbelaka beberapa waktu lalu saat bertatap muka.

Untuk itu Tumbelaka mnghimbau OD-SK untuk melakukan pembenahan, meskipun Tumbelaka tidak menampik dengan hadirnya sosok-sosok baru dalam Kabinet OD-SK cukup menarik dan layak diberikan apresiasi bagi dua punggawa Sulawesi Utara tersebut.

“Rasionalisasi pejabat dalam “kabinet” OD-SK pada beberapa waktu, patut diapresiasi, dan itu wajar dalam lingkup pemerintahan guna mendorong maju kereta pemerintahan, apalagi komposisi ada beberapa figur yang menarik, meskipun belum ideal dan cocok disebut dream team untuk menunjang kerja OD-SK guna menghadapi tantangan didepan”, ucap Tumbelaka.

Tak tanggung-tanggung, Tumbelaka kepada media ini sempat melontarkan beberapa nama birokrat Pemprov Sulut yang layak mendapatkan promosi dari kacamatanya.

“Sebut saja Erni Purukan, Hengky Manumpil, Zainuddin Hilmy, Damy Tendean, Feibe Rondonuwu, Benny Kalonta, J Doodoh, Novie Kiande, Arthur Lapian dan lainnya, mereka sudah layak mendapat promosi dari eselon III ke eselon II. Berikan mereka tantangan baru dengan beban kerja yang lebih menantang lagi”, sebut Tumbelaka.

Tidak hanya mereka, dua nama birokrat yang saat ini menjabat jabatan eselon II seperti Edwin Kindangen yang pernah menjadi Sekretaris Inspektorat dan juga Glady Kawatu.m pin tak luput dari pantauan seorang Tumbelaka.

Bahkan “Abang” sebutan akrab Taufik Tumbelaka sempat melontarkan beberapa nama birokrat dari Kabupaten/kota untuk masuk Kabinet Sulut Hebat milik OD-SK.

“Di Kabupaten/kota juga banyak birokrat potensial seperti Reviva Maringka yang sudah sekitar 8 tahun menjadi Kadis Capil Minahasa, Arnoldus Wolajan dan Mingkid di Pemkab Minut, ada Ferdinand Tangkudung di Pemkot Bitung,” tambahnya.

Menurut Tumbelaka yang merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada itu,  Dwi Tunggal Sulut OD-SK bisa mencermati potensi SDM birokrat di Sulut secara lebih luas dan kalau bisa juga diperjuangkan mengisi posisi jabatan di Kementrian, paling tidak eselon II.

“Saya hanya berharap, OD-SK bisa melihat potensi Birokrat lain dengan lebih luas lagi”, tutupnya. (Chris)