Ini Kejelian Hakim Tamara, Bukan Hanya Hitungan Angka Cerai, Lengkapnya Berkas Perkara Putus pun di Teliti

Ini Kejelian Hakim Tamara, Bukan Hanya Hitungan Angka Cerai, Lengkapnya Berkas Perkara Putus pun di Teliti
Hakim Frangklin B Tamara SH MH (Foto : Hakim Juru Bicara PN, Vincentius Banar SH MH)

● Menjaga Qualitas Kontrol Produk PN Manado

TOPIKSULUT.COM,MAMADO – Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Manado Edward Simarmata SH LLM MTL, dengan SK khusus telah menugaskan Hakim Franklin B. Tamara
SH MH untuk memeriksa kelengkapan seluruh berkas perkara putus, persidangan tertutup, khusus perkara perceraian.

Dan dari hasil ketelitian pemeriksaan tanggal 22 Februari 2018, yang ditandatangani hakim Tamara, sosok hakim pendiam ini , ternyata sepanjang tahun 2017 di PN Manado menangani 2.017 perkara, dimana 341 diantaranya adalah perkara perceraian.

Hal itu diungkap melalui Hakim Juru Bicara Pengadilan , Vincentius Banar SH MH. MenurutNya lagi, yang menarik, data tersebut bukan sekedar angka mati saja. Tugas Hakim Tamara ternyata bukan hanya menghitung angka perceraian saja, melainkan juga harus meneliti kelengkapan seluruh berkas perkara putus.

“Hakim Tamara bertugas memeriksa satu persatu dokumen, lembar perlembar, setiap putusan, dan Berita Acara Persidangan, dalam tiga tahun terakhir, dengan fokus antara lain,Apakah dalam perkara tertutup dicatat tertutup, dan demikian juga sebaliknya,” ujar Banar, via whatsApp, Sabtu (24/2/2018).

Ini penting, jika karena lalai atau alpa, dan salah menuliskan, misal , perkara tertutup ditulis terbuka, demikian juga sebaliknya, maka putusan hakim itu menjadi batal demi hukum. Singkatnya, tugas Hakim Tamara untuk menjaga Quality Control produk pengadilan.

“Disinilah terlihat kejelian Ketua PN Manado Edward Simarmata dalam menugaskan setiap orang. Untuk hal yang perlu ketelitian seperti ini, ditugaskan Hakim Tamara. Tau apa yang ditemukan beliau (Hakim Tamara,red) ? .Ternyata ada 50 Berita Acara Persidangan (BAP) perkara putus, yang setiap lembar Berita Acara belum diparaf oleh Ketua Majelis, karena sudah mutasi. Itupun sedang dicarikan jalan keluar,” terang Hakim Banar.

Ditanyai, apakah pola ini dipelajari dari peradilan luar negeri ?.

“Bukan…ini dipelajari dari Badan Pengawasan MA. Setiap ada pemeriksaan, salah satu point yang diperiksa, adalah kalimat dalam persidangan tertutup tersebut. Maksudnya, selain menjaga kualitas produk, kami juga harus sudah siap, jika nanti sewaktu-waktu ada pemeriksaan kinerja dari Pengadilan Tinggi, atau MA,” kunci Hakim Banar, yang dikenal ramah dan murah senyum ini. (ely)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan