Untuk Peningkatan PAD, Pansus Retribusi Imbau Dinas ESDM Ekspose Ketersediaan Alat Bor Air

• ESDM PAD Capai 105.33 persen di 2017, dan Februari 2018 sudah 36.66 persen

TOPIKSULUT.COM, DEPROV – Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Ranperda Retribusi yang diketuai Noldy Lamalo, dalam rapat dengan ESDM Provinsi Sulut, mengimbau agar dinas menyediakan data lengkap terkait berapa kali , sewa alat bor air sepanjang tahun 2017 lalu. Dan meminta penyebar-luasan informasi, termasuk kesediaan alat bor air , harus jelas dan transparan atau harus diekspose , tujuan agar PAD meningkat. Senin (26/2/2018).

Melalui Sekretaris Dinas ESDM, F Maindoka mewakili Kepala Dinas ( berhalangan hadir,red) ,memaparkan terkait target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2017.

Dikatakan , target di tahun 2017 Rp. 45.000.000 dan realisasi Rp. 47.400.000 atau 105.33 persen.

“Dengan sumber sumber PAD yaitu,
Retribusi sewa alat alat pemboran air tanah.Retribusi sewa Geolistrik. Retribusi sewa alat alat JPS dan alat ukur teodolit. Retribusi sewa gedung kantin,” tutur Maindoka dalam rapat.

Dan untuk Target di 2018 masih sama seperti tahun 2017. RP 45 juta , realisasi sampai bulan Februari, Rp 16.5 juta rupiah atau 36,66 persen.

Menarik, Maindoka juga memaparkan tentang nominal penyewaan alat, ini setidaknya sedikit menjawab pertanyakan ketua Pansus Lamalo.

“Bahwa Sewa alat bor Rp25 ribu per meter, retribusi alat geolistrik Rp250 ribu per bentangan(400-500 m) sedangkan alat JPS 50 ribu per hari,” ungkap Maindoka.

Namun demikian, menurut pansus lewat Ferdinand Mewengkang(Wakil Ketua Pansus), nilai target Dinas ESDM di tahun 2018 justru menurun.

Mewengkang yang juga Ketua Komisi I ini pun mengusulkan, agar di perubahan nanti target dinas tersebut ditambah.

“Sewa alat bor di ekspos agar bisa ada penambahan PAD,” tutur Mewengkang sembari menambahkan, terinformasi alat bor air di dinas tersebut ada tiga unit.

Senada juga disampaikan Cindy Wurangian ( Ketua Komisi II DPRD Sulut). Dirinya setuju dengan target di Dinas ESDM ditingkatkan. Jika ada pemakaian beberapa ruangan tidak ditargetkan, padahal itu bisa menambah PAD. Bukan itu saja, penyebarluasan informasi, termasuk kesediaan alat bor air harus jelas dan transparan. (*/ely)