Kontroversi “Sang Mantan”, Gugatan atas 4 Unit Hand Traktor dan 11 Gandengan Trailer Ditolak Hakim Malubaya dkk

Kontroversi “Sang Mantan”,  Gugatan atas 4 Unit Hand Traktor dan 11 Gandengan Trailer Ditolak  Hakim Malubaya dkk
Suasana sidang putusan perdata no perkara 209, dengan majelis hakim, ketua Donald Malubaya, anggota Djulita Massora dan Betsy Matuankota dan PP Jeany Ju. Jumat (2/3/2018). TOPIKSULUT/STasiam.

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Majelis hakim yang mengadili, diketuai Donald Malubaya, Djulita Massora dan Betsy Matuankota memutuskan gugatan perdata dengan no perkara 209/pdt.G/2017/PN.MANADO, penggugat Alfrets Lumawas, atas objek gugatan 4 unit hand traktor dan 11 gandengan trailer, gugatan ditolak atau tidak dikabulkan , dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Jumat (2/3/2018).

Majelis hakim dalam amarnya. Bahwa gugatan penggugat ingin menarik kembali sejumlah aset, 4 unit hand traktor dan 11 gandengan trailer yang sudah berada dalam penguasaan tergugat I.

Dengan alat bukti yang digunakan penggugat berupa catatan transaksi keuangan, transferan dan pembelian sejumlah unit dalam objek gugatan. Pengajuan sumber dana pembelian dari penggugat kurang bukti, majelis berpendapat penggugat berusaha mengaburkan sumber dana.

Sehingga terkait sumber uang, sesuai bukti bukti yang telah diajukan kedua belah pihak, didapati jika tanggal hampir bersamaan bahkan ada yang sama, seperti , dengan tanggal penarikan tunai dari tergugat 1, dan penggugat meneruskan kirim kembali ke adik tergugat I, untuk pembelian sejumlah unit yang dimaksud.

“Terbukti bahwa sebenarnya uang ini adalah uang tergugat I, yang diberikan pada penggugat, yang kemudian oleh penggugat mentransfer kembali kepada adik tergugat I untuk pembelian sejumlah unit objek sengketa,” ujar Malubaya, jika surat penggugat tidak cukup dalam pembuktian, dimana pada tanggal yang tercantum, ternyata sejumlah unit sudah terbeli.

Menariknya dalam sidang ini, hubungan antara penggugat dan tergugat I, awalnya rekan bisnis menjadi teman special , tetapi berakhir pahit.

Pasalnya, tergugat I pernah mempidanakan penggugat atas kasus penggelapan, di 2015, sebagaimana Putusan PN no 143/PidB/2015/PN Manado. Terbukti penggugat telah bersalah melakukan penggelapan barang milik tergugat I. Dia pun telah divonis 2 tahun, dan barang bukti meliputi objek sengketa dalam perkara ini.

” Ada pun baik di Tingkat PT, Putusan PT No 82/Pit/2015/PT MND dan Putusan MA 1569/K/PID/2015, menguatkan putusan PN. Manado.
Dan atas dasar sudah pernah ada putusan hukum pidana , menjerat penggugat, dan sudah miliki keputusan tetap hingga tingkat Mahkamah Agung (MA),menguatkan putusan PN. Jika putusan pengadilan, juga menjadi dasar ditolaknya gugatan penggugat,” tambah Malubaya dalam amar.

Dalam perkara ini, penggugat juga menggugat tergugat II yakni pihak BCA Finance, dimana telah melakukan perbuatan hukum, dengan telah mengalihkan hak tagih kepada tergugat I atas kredit truck hino.

Hal ini pun, dalam pertimbangan majelis, jika ada pasal yang memberikan kewenangan kepada tergugat II untuk mengalihkan hak tagih atau piutang pada pihak lain.

Nah, karena barang bukti itu sudah berada ditergugat I, sehingga mau tidak mau hak tagih harus dialihkan ke tergugat I, objek perjanjian leasing. Karena jika tidak dialihkan akan hak tagih, pasti akan menderita kerugian pihak tergugat II.

“Dan menurut pemandangan itu, dibolehkan sah.Pasal 10400 KUH Perdata, perjanjian seperti itu sah,” kata Malubaya.

Demikian juga terhadap tergugat III, gugatan penggugat kembali ditolak. Menurut penggugat, jika pihak Polda telah merekayasa laporan polisi.

Kembali majelis hakim mengatakan jika dengan adanya putusan pidana tersebut, semua dianulir, jika direkayasa pasti saat persidangan dalam kasus pidana lalu, penggugat bebas disidang, kenyataan , dia terbukti melakukan tindak pidana penggelapan, berarti bukan hasil rekyasa, sehingga perbuatan melawan hukum tidak terbukti.

Usai membacakan putusan, majelis hakim kemudian memberikan kesempatan selama 14 hari untuk mengajukan upaya hukum lainnya bagi pihak yang merasa kecewa, atau tidak puas atas putusan yang telah dijatuhkan. (ely)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan