‘Speed Up Strategy’ Penanganan Perkara, Hakim Dan PP Dilarang Sakit

‘Speed Up Strategy’ Penanganan Perkara, Hakim Dan PP Dilarang Sakit
(Pakai toga hakim, Kanan ke Kiri) Hakim Donald Malubaya, Betsy Matuankota dan Djulita Tandi saat berfoto bersama Kasipidum Kejari Manado, Stery Andhi (Kiri Hakim Malubaya) dan Tim pengawal Tahanan Kejari , Petugas Kepolisian Polresta serta para satuan keamanan PN Manado. (Foto : Juru Bicara PN Vincentius Banar SH MH)

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Manado Edward Simarmata SH LLM MTL menyusun ‘Speed Up Strategy’ atau strategi meningkatkan kecepatan. Kerja cepat dan hasil berkualitas dalam penanganan perkara. Pasalnya, program akselerasi belakangan ini, beberapa hakim dan Panitera Pengganti (PP) mulai jatuh sakit.

Dan KPN Simarmata menilai kinerja hakim, dalam dua minggu ini, terlihat hasil produktifitas tidak menanjak. Naik tapi mendatar, sementara nilai SIPP harus lebih dipacu. Maka KPN menugaskan tiga hakim, Donald Malubaya, Djulita Tandi dan Betsy Matuankota karena beban kerja akan dialihkan pada mereka serta para PP.

Para Hakim untuk sementara ‘Dilarang Sakit’, Betsy Matuankota, Donald Malubaya dan Djulita Tandi. (Kiri ke Kanan).

Hal itu terungkap, saat Kamis sore (8/3/2018) di ruang kerja Ketua PN Manado Edward Simarmata, berlangsung pembicaraan tertutup. Dihadiri oleh tiga hakim yang kebetulan bersidang dalam satu majelis, yakni Hakim Malubaya, Tandi, dan Matuankota.

Ketiga hakim itu terlihat lebih banyak diam, saat KPN Simarmata memperlihatkan berbagai dokumen, dan menunjuk berbagai data.

Terkait hal tersebut, KPN Simarmata melalui Juru Bicara Pengadilan Hakim Vincentius Banar SH MH mengatakan KPN Simarmata sedang menyusun program ‘speed up strategy’ dalam penanganan perkara.

LanjutNya, “Ketua PN kecewa pada nilai kinerja hakim. Dalam dua minggu ini, terlihat hasil produktifitas tidak menanjak. Naik tapi mendatar. Ketua PN mau, nilai SIPP lebih dipacu,” terang Hakim Banar menirukan kembali apa yang dikatakan KPN Simarmata.

“Kalian ini awak media sangat tajam sekali melihat setiap gerakan di PN Manado. Pertemuan tertutup saja, bisa dipantau,” jawab Hakim Banar ketika diwawancarai awak media.

Rupanya dalam program akselerasi belakangan ini, beberapa hakim dan Panitera Pengganti mulai jatuh sakit.
Ditanya kemudian, lalu apa hubungan dengan ketiga hakim yang tersebut diatas.

“Tiga hakim khusus dipanggil, karena beban kerja baru akan dialihkan ke mereka. Jadi ditanya kesiapan untuk melaksanakan tugas. Satu paket sekaligus, Hakim, PP, dan Juru Sita,” ungkap Hakim Banar.

“Kepada kelompok hakim tadi, harus kerja cepat, hasil berkualitas, dan untuk sementara ini, dilarang sakit,” kunci Hakim Banar sebagaimana mengulang kutipan dari KPN Simarmata , jika itu merupakan permintaan KPN terhadap para hakim tersebut. (ely)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan