Menghindari Gagal Target, Ini Bunyi ‘Alarm’ KPN Manado untuk PP, JS/JSP dan Kepaniteraan Perdata juga Pidana

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Manado Edward Simarmata SH LLM MTL evaluasi target kinerja. Untuk menghindari gagal target, KPN akan susun adjustment (Penyesuaian).

Ada pun bunyi Alarm (Pengingat,red) ditujukan pada Panitera Pengganti (PP) dan JS (Juru Sita) /Juru Sita Pengganti (JSP), serta kepaniteraan perdata dan pidana.

Pasalnya, untuk PP target produktifitas minutasi PN Manado masih minus, JS/JSP petugas masih pilih kasih dalam menjalankan delegasi dari pengadilan lain, dan untuk kepaniteraan perdata dan pidana , diingatkan pentingnya konsistensi petugas dalam pengisian 31 aspek dalam aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara).

Hal tersebut diatas terungkap sebagaimana dikatakan KPN Manado Simarmata melalui Juru Bicara Pengadilan Vincentius Banar SH MH, ketika Rabu (21/3/2018) terlihat tiga rombongan besar bergiliran masuk ke ruang kerja KPN. Adapun kelompok itu, yakni Panitera Pengganti (PP), diikuti kelompok Juru Sita (JS) / Juru Sita Pengganti (JSP), dan terakhir, kelompok Kepaniteraan perdata dan pidana.

“Ketiga kelompok kerja tadi dipanggil, karena terkait target kinerja. Yang pertama, kepada PP, Ketua PN bertanya berapa jumlah riil minutasi putusan yang bisa dihasilkan sampai sepuluh hari ke depan,” terang Hakim Banar saat dikonfirmasi awak media.

Lanjut Jubir, rupanya alarm di meja kerja KPN berbunyi. Sampai hari ini, target produktifitas minutasi PN Manado masih minus 128 putusan.

“Setelah dikonfirmasi kesiapan PP satu persatu, maka prediksi produktifitas minutasi sampai akhir bulan Maret 2018, baru bisa mencapai 45 putusan,” ujar Hakim Banar sebagaimana yang dikatakan KPN.

Artinya, akan ada defisit minutasi dari target. Ada kesenjangan antara produktifitas putusan hakim dan minutasi PP. Sementara Ketua PN tidak mau ada kejutan, apalagi berupa kegagalan.

“Semua target kerja dievaluasi Ketua PN. Menghindari gagal target, beliau akan susun adjustment/penyesuaian,” tambah Hakim Banar.

Menariknya KPN kecewa, pasalnya, Alarm kedua berbunyi, ditujukan kepada Juru Sita / Juru Sita Pengganti. Ketua PN bertanya produktifitas penyampaian relaas.

“Beliau kecewa, data kinerja memperlihatkan, bahwa petugas PN Manado masih pilih kasih dalam menjalankan delegasi dari pengadilan lain. Yang mana dikenal, itu duluan yang dikerjakan,” ungkap Hakim Banar jika KPN Simarmata kecewa atas kinerja JS/JSP.

SambungNya, “Ketua PN menegaskan, Mau kenal, ataupun tidak. Delegasi dari PN manapun, harus dijalankan sesuai standar prosedur kerja. Tanpa terkecuali,” tegas KPN Simarmata.

Masih menurut Jubir, Alarm ketiga berbunyi, tentang kinerja kelompok kepaniteraan perdata dan pidana. Jika
Ketua PN menegaskan, pentingnya konsistensi petugas dalam pengisian 31 aspek dalam aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara).

Uniknya, kepada kelompok yang terakhir ini, KPN Simarmata mengingatkan agar mengisi seluruh aspek SIPP dengan benar, dan konsisten.

“Pengisian aspek SIPP tadi tidak pengaruh kepada nilai persentase harian dari setiap pengadilan. Kalau mau PN Manado jadi juara,saat lomba SIPP antar pengadilan di bulan Oktober nanti, isilah seluruh aspek SIPP dengan benar, dan konsisten,” Kunci Jubir Pengadilan Banar , hakim yang berasal dari Yogyakarta dan murah senyum ini. (ely)