Aksi Palak Telpon Genggam Milik Gojek OnLine, Siswa SMP Akui Perbuatannya

Aksi Palak Telpon Genggam Milik Gojek OnLine, Siswa SMP Akui Perbuatannya
Persidangan kasus pencurian, agenda keterangan saksi korban dan periksa terdakwa, warga Kel Banjer ini di dampingi PH POSBAKUM PN Manado. Selasa (3/4/2018). TOPIKSULUT/STasiam

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Kasus pencurian, perbuatan nekat meminta paksa satu unit telpon genggam dan jika diuangkan sekira Rp1,5 juta milik korban Budianto Pade, oleh terdakwa JPU alias Junaidy (18) bersama temannya RH alias Rivai (splitsing,red) dalam agenda periksa terdakwa, telah diakui atas perbuatannya. Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa (3/4/2018).

“Iya saya telah melakukan hal itu, somo pica terang (waktu subuh jelang pagi,red) Tanggal 30 Januari 2018, sekitar pukul 05.30 Wita. Memang target Hp (Handphone) yang kami incar,” akui terdakwa dihadapan majelis hakim yang diketuai Donald Malubaya, Fery Sumlang dan Djulita Massora dengan panitera pengganti (PP) Jenny Ju.

Lanjut diceritakan terdakwa, Dia dan temannya Rivai berkendara menggunakan motor, mampir disebuah counter pulsa G’Cell Banjer untuk beli rokok. Dan para terdakwa melihat korban yang sedang membeli pulsa. Setiba di Jl TNI 8, aksi pencurian hp pun menjadi target utama para terdakwa.

“Torang ikuti (Kami ikuti,red) saat di jalan, torang palang (kami palang,red) korban , kita cabu piso ( saya cabut pisau,red). Itu bapak sempat lari, tapi hp terjatuh, dan kami ambil,” tambah terdakwa, sembari menjawab pertanyaan hakim ketua, jika usai memalak, hp langsung dijual seharga Rp500 ribu, Dirinya dapat Rp400 ribu.

Dan menurut Dia, orang tua sudah mengganti sejumlah Rp1.5 juta dan juga sudah meminta maaf kepada korban.

Akan hal itu, Hakim ketua kemudian mengatakan. “Jadi orang tua anda rugi Rp 1,5 juta toh, mengganti hp yang dicuri, kamu pakai 400 ribu untuk foya foya,” ucap Hakim Malubaya kepada terdakwa, sambil bertanya apakah orang tua atau keluarga terdakwa menghadiri persidangan.

Akan tetapi pihak keluarga terdakwa tidak menghadiri sidang, sementara terdakwa hanya menundukkan kepala tanda telah bersalah atas perbuatannya, dan juga kepada orang tua.

“Iya pak hakim, saya mengaku bersalah dan tidak akan mengulangi lagi,” ujar terdakwa, dan korban pun telah ada perdamaian dengan orang tua, sambung Junaidy yang didampingi Penasehat Hukum (PH) POSBAKUM PN Manado, Adv EK Tindangen SH dan rekan.

Sebelum periksa terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Sinaga telah menghadirkan saksi korban Budianto Pade.

Dalam keterangannya, korban yang adalah tukang ojek online, mampir disebuah counter pulsa bermaksud beli pulsa untuk isi aplikasi ojek dan hp dijelaskannya belum lama dibeli.

“Waktu itu, ditengah jalan dipalang oleh terdakwa. Lantaran melihat pisau, saya langsung tancap gas. Tapi sempat terjatuh dari motor, hp terjatuh dan diambil terdakwa. Badan salese (keseleo,red).” terang saksi korban, dan menambahkan jika hingga saat ini badan masih terasa ngilu akibat jatuh dari motor.

Atas perbuatan para terdakwa, saksi korban kemudian melapor kepada pihak berwajib. Diketahui dalam dakwaan JPU mendakwa, dakwaan pertama dan kedua, salah satu pasalnya, pasal 364 ayat (2) ke 2 KUHPidana. Sidang akan digelar kembali pada Selasa depan dengan agenda tuntutan JPU. (ely)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan