Dihari Kartini Mahasisiwa Unima asal Tidore Gelar pelantikan pengurus baru periode 2018-2019 dirangkai dengan dialog perempuan.

TopikSulut-Mahasiswa Tidore di Minahasa, yang terhimpun dalam paguyuban Forum Komunikasi Mahasiswa Tidore Kepulauan (FKMTK) Minahasa Sulut, gelar pelantikan dan dialog keperempuanan, bertempat di Asrama Kamasan Papua Tondano (21/4/2018)
Acara bertepatan di Hari Kartini, mengangkat tema “Gerak Politik Perempuan Dalam Masa Kolonial Hingga Era Milinial” yang dibuka secara resmi oleh bapak Jamaludin Badar, yang juga selaku bidang politik pemerintah daerah kota Tidore Kepulauan.
Mewakili Walikota Tidore, Jamaludin mengawali sambutan dengan meminta maaf atas ketidak hadiran Walikota dalam kegiatan ini, karena ada urusan yang harus diselesaikan. Selanjutnya ia mengucapkan selamat kepada Pengurus terpilih, semoga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
“Harapan saya, kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita, terutama menjadi pemersatu agar terjalin kebersamaan dalam keberagaman demi kemajuan organisasi kedepan. Ilmu yang dipelajari jangan lupa mengamalkan, terutama daerah, bangsa dan negara.”
Dalam sesi dialog keperempuanan, panitia menghadirkan dua pembicara yakni Suryani Mappe, selaku ketua HMI cabang Tondano dan Sri Rahmilla Ukoli, alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Manado.
Suryani, dalam dialognya menjelaskan sejarah Kartini. “Banyak perempuan Indonesia yang partisipasi dalam politik, contohnya seperti Gayatri dimasa kerajaan begitupun pada masa kolonial yaitu Kartini. Kartini salah satu perempuan yang ikut mendirikan pendidikan di Indonesia terutama bagi kaum perempuan, karena itu perempuan harus bangkit seperti Kartini dalam sejarah.”
Sementara itu, untuk menjawab keterlibatan perempuan dalam politik, Sri menjelaskan bahwa “dalam sejarahnya banyak keterlibatan perempuan dalam politik. Salawati Daud adalah salah satu contoh perempuan pertama menjadi Walikota Makasar, artinya bahwa perempuan juga tidak kalah dengan laki-laki yang terjun dalam partai politik ataupun di parlemen.”
Sri, juga menambahkan dengan memberikan contoh keterlibatan perempuan dalam politik, seperti Kartini, Mantan Presiden Indonesia Megawati Sukarno Putri, Khofifah Indar Parawansah dan masih banyak lagi tokoh perempuan lainnya.
Dihadiri puluhan mahasiswa Unima dan organisasi paguyuban maupun cipayung di Minahasa Sulawesi Utara, selanjutnya acara ditutup dengan pementsan pembacaan puisi dan tarian dana-dana yang berasal dari daerah Kota Tidore Maluku Utara.