Lakukan Aksi Damai di MapolsekTombatu, KNPI-GAMKI Ajak Bersatu Lawan Teroris

AKSI DAMAI: Suasana aksi damai tolak dan lawan terorisme di tanah Minahasa Tenggara, yang diprakarsai GAMKI, KNPI Pemuda Ansor dan Milisi Waraney Kabupaten Minahasa Tenggara, dengan melibatkan TNI-POLRI, tokoh agama dan tokoh masyarakat di depan Mapolsek Tombatu, Selasa (16/5/2018) tadi malam. (foto ist)

TOMBATU, TOPIKSULUT.COM-Ratusan masyarakat dan pemuda lintas agama Mitra menggelar aksi sdamai dengan memasang lilin menolak dan lawan terorisme, intoleransi dan radikalisme di tanah Minahasa Tenggara (Mitra). Selain itu mengutuk aksi serangan teroris bom di tiga gereja di Surabaya dan dibeberapa daerah lainnya. Aksi keprihatinan ini gigelar di Depan Mapolsek Tombatu, Jalan Tombatu-Amurang, Mitra, Selasa (16/5/2018) tadi malam.

Aksi tersebut juga menghadirkan sejumlah elemen, seperti GAMKI, KNPI, Ormas Milisi Waraney dan Pemuda Ansor, tokoh agama, pemuda lintas agama, TNI Polri, dan masyarakat Mitra yang prihatin dengan tragedi teror bom tersebut.

Ini sebagai wujud keprihatinan terhadap aksi bom di Gereja di Surabaya. Tapi, kami warga Mitra tidak takut dengan segala bentuk terorisme,” ujar tokoh pemuda Mitra, Reagen Pantouw yang juga pengurus DPD KNPI Mitra disela aksinya, Selasa (15/5/2018) malam.

Pantouw bersebut, KNPI bersama GAMKI dan TNI Polri serta elemen lainnya menegaskan tidak takut terhadap ancaman ataupun tekanan dari pelaku teror, bahkan di gereja maupun masjid dan tempat ibadah lainnya akan tetap menjalankan kegiatan ibadah sebagai hak semua warga negara yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.

“Kami berharap agar Polri sebagai institusi keamanan, wajib melindungi serta menjamin kenyamanan masyarakat untuk menjalankan kehidupan beragama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing,” ungkapnya.

prOSementara, Ketua GAMKI Mitra yang disampaikan sekretaris, Lucky Mamahit mengatakan, aksi yang dilakukan oleh para teroris adalah aksi yang biadap. Mereka membunuh dengan mengatasnamakan agama.

“Ini bertentangan dengan kemanusiaan dan berpotensi memecah belah persatuan. Kami meminta Polisi mengusut tuntas aksi terorisme ini,” kata Mamahit.

Sementara, pengurus DPD KNPI Mitra mengajak seluruh warga Indonesia khususnya Mitra untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan, menolak segala bentuk justifikasi kelompok, kekerasan dan presekusi terhadap kelompok, aliran, agama dan kepercayaan tertentu. Serta tidak menyebarkan isu, dan berita yang belum terverifikasi kebenarannya atau Hoax.

“Kita harus menahan diri, jangan terprovokasi dengan isu yang bisa memecahbelah persatuan NKRI. Kita harus lawan tindakan biadab teroris, jangan takut. Karena kita hidup dinegara yang menjunjung tinggi antar sesama, agama, dan kebudayaan.
Kita juga jangan menyebarkab isu dan berita yang belum jelas kebenarannya atau hoax,” tegas ketua DPD dan MPI Mitra, Ruland Sandag dan Otnie Tamod.

Pada kesempatan sama juga dilakukan aksi dukungan terhadap Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk ucapan duka cita terhadap lima personel Brimob yang meninggal dunia dalam insiden terorisme di Mako Brimob.

Bahkan dalam aksi damai, pimpinan Agama, TNI, POLRI, Milisi Waraney dan mewakili Jurnalis dan Pemerintah Kecamatan menyampaikan orasi menolak terisme, radikalisme dan intoleransi di tanah Minahasa Tenggara. (otnie)