Akui-Nya “Loyalitas Tinggi pada Atasan”, Ini Reaksi dr Rosa Usai Dengar Tuntutan JPU

● Orang Tua Perempuan Steven pun ‘Terisak’ Putranya di Tuntut Tinggi JPU

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Terdakwa kasus tipikor proyek pemecah ombak di desa Likupang II Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dr Rosa usai mendengar tuntutan enam tahun penjara oleh Tim JPU Kejati Sulut, langsung ‘lunglai’ atau lemah. Senin (25/6/2018).

Terpantau, Topiksulut.com. Mantan Kepala BPBD Minut ini , berpakaian celana hitam , atasan kemeja bercorak dengan rambut yang diikat satu kebelakang, duduk dengan sikap pasrah dihadapan majelis hakim dan JPU.

Namun usai mendengar tuntutan JPU, perempuan paruh baya ini langsung terisak, dirinya tak kuasa untuk berjalan sehingga harus dibantu oleh pihak keluarga. Bahkan , saat turun tangga depan, lobby PN Manado, keluar gedung, pihak keluarga pun masih terus memapahnya, dengan tatapan kosong dia menuju mobil tahanan kejaksaan.

Diketahui, flashback, dalam persidangan sebelum-nya, saat periksa terdakwa, dan ketika agenda pembacaan keterangan beberapa saksi yang mangkir dalam persidangan. Salah satunya , Bupati Minut VAP.

Terdakwa sempat curhat, “Seperti kemarin , saya katakan , kami punya loyalitas yang tinggi pada atasan. Dan pada 6 November, saya dipanggil diperiksa. Serasa lebih baik ambil pistol tembak kepala saya. Saya selalu berdoa, dengan adanya pergumulan ini,” ucap-Nya, mengulang kembali keadaan-nya saat mengetahui telah terseret kasus ini.

Lanjut, Kadinkes Minut ini, saat dirinya sudah akan dilakukan penahanan, “Saya telpon Bupati, dikatakan-nya tunggu ! . Rasa kita mo ba tubruk di kontainer. Saya telpon lagi ke Bupati ketika perjalanan ke Malendeng, telpon sudah ditutup ( Tidak Aktif). Untung saya tidak stroke, tensi saya sampai 220, sakit sekali rasanya,” tutup dr Rosa dalam curahan hatinya, mengingat kedekatan kedua-nya sebagai teman baik dikeseharian, tapi ketika bermasalah , Bupati VAP kemudian meninggalkannya.

TANGISAN IBU TERDAKWA STEVEN

Sebagaimana pantauan media online ini. Pada kesempatan yang sama, sebelum JPU membacakan tuntutan dr Rosa, terlebih dahulu dibacakan tuntutan terhadap terdakwa Steven.

Reaksi yang timbul dari pihak keluarga terdakwa Steven. Ibu Kandung Steven pun nampak tak kuasa mendengar tuntutan JPU. Rintihan tangis tiba-tiba terdengar dari dalam ruang sidang, wanita ini pun lunglai tak berdaya, dan harus dipapah keluar dari dalam ruang sidang. (ely)