Junjungan Ajukan Penangguhan Penahanan, Alasan Berobat Karena Sakit

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Terdakwa kasus dugaan tipikor proyek pemecah ombak di Desa Likupang II – Minahasa Utara (Minut), JT alias Junjungan melalui kuasa hukumnya, mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk berobat atas penyakit yang dideritanya. Kamis (28/6/2018).

Dihadapan Majelis hakim yang mengadili perkara, Ketua Majelis (KM) Vincentius Banar SH MH dengan anggota Arkanu SH MHum dan AdHoc Edy Darma Putra SH MH.

Akan hal itu tidak serta merta langsung disetujui oleh majelis hakim. Saat penghujung sidang, dikatakan KM Banar sebagaimana musyawarah majelis hakim, harus ada surat keterangan dari Rumah Tahanan (Rutan) Malendeng, jika dokter Rutan tidak ada yang bisa menangani ataupun mengobati jenis penyakit dari terdakwa.

“Intinya, dokter rutan tidak ada yang bisa merawat penyakit terdakwa,” ujar KM Banar.

Yang kemudian menanyakan, apa yang dirasakan terdakwa atas penyakit yang dideritanya.

“Kram kram dan pegal dan gampang kelelahan,” ucap mantan direktur tanggap darurat BNPB pusat ini menjawab pertanyaan hakim.

Usai mendengar itu, Ketua Majelis kemudian menutup persidangan yang akan dilanjutkan pada Selasa (10/7/2018) atas permintaan PH terdakwa, meminta waktu untuk agenda eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU.

Terpisah, usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bobby Ruswin SH MH ketika ditanyai informasi terkait jenis penyakit terdakwa.

“Sakit jantung katanya, mungkin akan pasang ring,” singkat Ruswin. (ely)