Didemo Ribuan Nelayan Sulut Terkait Ijin Melaut, Plh Kadis DKP Tieneke Adam Berikan Penjelasan

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN – Terkait belum diperpanjangnya ijin operasi penangkapan ikan Kapal 30 GT, ribuan nelayan yang tergabung dalam Asosiasi Nelayan Pajeko (ASNEKO) menyampaikan aspirasi mereka melalui demo yang digelar di halaman kantor Gubernur Sulawesi Utara, (Senin 23/07/2018) siang.

Menurut para pendemo yang dipimpin oleh Lucky Sariowan selaku Korlap, ijin Kapal berkapasitas 30 GT (Gross Tonage) yang sudah habis masa berlaku operasi sudah diurus perpanjangannya sejak empat bulan yang lalu, namun sampai berita ini diturunkan belum juga selesai.

“Kami sudah mengajukannya sejak empat bulan yang lalu, tapi sampai saat ini belum juga terealisasi, alias tidak diijinkan untuk melaut, jadi kami sebagai nelayan sangat merasa di rugikan”, teriak Sariowan.

Menurut Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DR. Ir. Tieneke Adam M.Si, semua itu telah diatur dalam PP 24 tahun 2018 pasal 98 ayat 2 tentang perijinan terintegrasi, terutama kapal dengan ukuran 30 GT.

“Jadi, untuk mengurus ijin perpanjangan bagi kapal dengan ukuran 30 GT itu sebagai kapal penangkap ikan harus dilakukan di pusat, sesuai yang diatur dalam PP 24 tahun 2018 pasal 98 ayat 2 tentang perijinan terintegrasi, dalam hal ini, sektor perikanan masuk dalam sistem perizinan yang mencakup kewenangan lintas Kementerian atau Lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah, namun sayangnya ini belum di sosialisasikan disemua daerah termasuk Sulut, apalagi belum ada perangkat pendukung yakni Online Single Submission (OSS) padahal ini sangat penting”, jelas Adam.

“Tapi titik terang sudah ada, Pak Gubernur siap memperjuangkan nasib para nelayan serta semua pelaku usaha bidang perikanan di Bumi Nyiur Melambai ini, karena Pak Gubernur tidak mau melihat nelayan di Sulut menderita, Pak Gubernur selalu berjuang bagi warga Sulawesi Utara, hal ini saya sampaikan kepada bapak ibu sekalian karena tadi pihak kami sudah mengkoordinasikan dengan pimpinan dalam hal ini pak Gubernur, dan Pak Gubernur mengapresiasi tuntutan bapak/Ibu sekalian, dan pak Gubernur siap memberikan rekomendasi bagi kaoal-kapal yang belum bisa melaut”, jelas Plh yang terkenal murah senyum tersebut.

Namun hal ini menurut sebagian besar nelayan di daerah-daerah termasuk Provinsi Sulawesi Utara tidak menyentuh, alias tidak tersosialisasikan dengan baik, makanya banyak nelayan yang mengeluh.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, demo kali ini turut dihadiri oleh Yongkie Limen yqng diketahui sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut, namun dalam kesempatan tersebut Limen mengklaim bahwa kehadiran dirinya saat ini sebagai warga sipil bukan sebagai wakil rakyat (anggota DPRD) dari Fraksi Golkar.

Lebih lanjut, aksi demo ribuan nelayan kali ini tidak hanya selesai di lapangan hijau kantor Gubernur, tapi dilanjutkan diruang rapat Asisten 1 Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra)Drs. Edison Humiang M.Si dengan dihadiri oleh beberapa orang perwakilan pendemo, Kepala Kesbangpol Sulut Drs. Mecky Onibala, Plh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DR. Ir. Tieneke Adam M.Si.

Adapun dalam pertemuan lanjutan tersebut, telah disepakati bahwa Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah akan segera memberikan rekomendasi bagi Kapal 30 GT untuk kembali melaut.

Adapun aksi damai dari ribuan nelayan Sulawesi Utara kali ini diterima langsung oleh Asisten I Setdaprov Sulut Drs. Edison Humiang M.Si, Kepala Kesbangpol Sulut Drs. Mecky Onibala serta Pelaksana Harian Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DR. Ir. Tienneke Adam M.Si. (Chris)