oleh

Gunung Soputan Batuk Lagi,  Bupati James Sumendap Imbau Warga Waspada

ERUPSI: Aktivitas Gunung Soputan yang sedang mengeluarkan debu vulkanik disertai lahar panas tadi malam di Wilayah Silian dan Touluaan, Mitra. (foto ist)

RATAHAN, TOPIKSULUT.COM-Bupati Mitra James Sumendap SH ketika memonitor kondisi Gunung Soputan, melalui akun media sosialnya menyeruhkan kepada warga agar tetap waspada terkait aktifitas Gunung Soputan serta meminta juga untuk berdoa kepada Tuhan Yang Esa.
“Masyarakat Minahasa Tenggara lebih khusus Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Soputan agar waspada dan terus berdoa Kepada Tuhan yang Maha Esa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait status Gunung api Soputan terhitung mulai tanggal 3 Oktober 2018 pukul 01:00 WITA ditingkatkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) dengan jarak bahaya radius 4 km dengan perluasan sejauh 6,5 km dari puncak ke sektor Barat-Baratdaya,” katanya.

Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, kembali beraksi. Data yang dirangkum media ini, di Pos Pemantau Gunung Soputan, Silian, letusan terjadi mulai pukul 08.47 wita, Rabu (03/10/2018).

“Tinggi kolom asap, kurang lebih 3000 sampai 4000 meter di atas permukaan laut,” ujar Asep, petugas pemantau Gunung Soputan.

Erupsi susulan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, kembali terjadi pukul 10.44 wita dan pukul 11.12 wita, Rabu (03/10/2018).
Amatan dari Pos Pemantau Gunung Soputan, sejak terjadi erupsi pertama pada pukul 08.44 wita, erupsi kedua pada pukul 10.44, Wita. Ketinggian abu letusan kedua lebih rendah dibanding pertama yakni sekira 2000 meter dari puncak gunung atau 3809 meter di atas permukaan laut.
“Letusan kedua kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi sekitar 2 menit,” ujar Asep Kepala Pos Pemantau Gunung Soputan di Silian, Minahasa Tenggara.
Sedangkan letusan ketiga, ketinggian 2500 meter dari puncak gunung atau 4309 meter dari permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat dan barat laut serta terekam di seismogram. Amplitudo maksimum 38 mm dan durasi ± 5 menit 44 detik.
“Erupsi ke empat, terjadi pada pukul 11:52 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 5.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 6.809 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi sekitar 12 menit 35 detik,” jelas Asep.

Diketahui, Gunung Soputan termasuk gunung api paling aktif di Sulawesi Utara bahkan Indonesia. Tercatat, sejak tahun 2015, gunung yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, sudah 11 kali meletus.

Asep, mengatakan, selang empat tahun terakhir, letusan paling banyak terjadi di tahun 2015.

“Ada tujuh kali letusan terjadi di tahun 2015. Empat kali terjadi di Bulan Januari, dua kali bulan Februari dan satu kali bulan Maret,” ujar Asep.

Dia menyebut, letusan Gunung Soputan kembali terjadi di tahun 2016, yakni satu kali di Bulan Januari dan dua kali di bulan Februari. “Sesudah itu, tidak ada aktifitas letusan selama hampir tiga tahun, sampai letusan yang terjadi hari ini,” jelas Asep.

Gunung Soputan sendiri, sebagaimana dikatakan Asep, masuk kategori gunung api paling aktif. “Soputan punya kemiripan dengan Gunung Merapi di Jogjakarta,” tukas Asep.

San terakhir sampai malam ini erupsi gunung Soputan masih terjadi dengan mengeluarkan lahar panas. (otnie)

Tentang Penulis: Otnie Tamod

Gambar Gravatar
Berawal menulis sebagai Reporter di Harian Telegraf tahun 2001, Kemudian di tahun 2003 hijrah ke Harian Global News, akhirnya di tahun 2004 sampai 2005 menjadi staf di Panwaslu Kabupaten Minahasa. di Tahun 2006 kembali menjadi Reporter di Tabloid Synergy dan di tahun 2009 kembali hijrah di harian Cahya Siang, disaat harian ini mengalami goncangan, kembali banting stir ke media online Suaramanado.com dan menggagas swaramanadonews.com di tahun 2010. Tak berselang satu tahun kemudian kembali bergabung dengan Harian Koran Manado pada medio Juli 2011 silam hingga awal tahun 2018.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed