oleh

Orasi Politik di Depan Belasan Ribu Massa, Ini Alasan Kandouw Ajak Masyarakat Pilih Jokowi

Topiksulut.com, POLITIK – Bicara soal nasionalitas, Wakil Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw mengajak seluruh kader, simpatisan dan loyalis partai berlogo banteng (PDI-P) tersebut untuk memilih para Calon Legislatif (Caleg) pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Selain memilih Presiden pada 17 April mendatang, mari kita menangkan seluruh Caleg baik Kabupaten maupun Provinsi dari partai PDI-P, karena kalau bicara nasionalitas, PDI-P adalah rumah kaum nasionalis”, ucap Kandouw.

Hal tersebut diucapkan sosok yang dikenal gemar membaca buku tersebut pada saat Kampanye Rapat Umum DPD PDI-P Sulut di lapangan KONI Sario kota Manado (13/04/2019) yang dihadiri belasan ribu kader, simpatisan dan loyalis yang datang dari seluruh pelosok Sulawesi Utara tersebut.

Lebih penting lagi, Kandouw dalam orasi politik ya mengajak seluruh kader, simpatisan dan loyalis PDI-P yang hadir untuk tidak ragu-ragu memilih pasangan Capres-Cawapres bomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf sebagai ‘The Next’ Presiden Republik Indonesia pada pencoblosan 17 April pekan depan.

“4 setengah tahun ini, angka kemiskinan dan pengangguran di Indonedia turun sangat signifikan, hal itu juga bisa kita rasakan di Provinsi Sulawesi Utara, 95 juta masyarakat Indonesia mendapatkan subsidi lewat program-program Jokowi termasuk program kartu KIS dan KIP, jadi untuk apa kita ragu memilih Jokowi jika kinerjanya sudah terbukti”, contoh Kandouw.

Menurut Kandouw, selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi, sudah banyak program pro-rakyat yang berhasil dijalankan oleh Presiden Jokowi,” beber Kandouw yang juga diketahui menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara.

Untuk itu, Kandouw mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara untuk memantapkan pilihan politiknya pada pemilu 17 April pekan depan demi menjamin masa deoan daerah dan Indonesia menjadi semakin hebat lagi.

Tidak hanya itu, menariknya lagi, Kandouw pada kesempatan tersebut sempat melakukan tindakan yang memicu keriuhan diantara belasan ribu massa di lapangan KONI Manado. Pasalnya, usai memberikan orasi politiknya, sosok ayah dari tiga orang anak tersebut melemparkan jam tangan miliknya kepada para massa yang hadir. Hal ini membuat para massa melompat berebut mendapatkan jam tangan yang nilainya ditaksir seharga jutaan rupiah, apalagi jam tangan tersebut milik orang nomor dua di Sulawesi Utara. (CHRIS)

News Feed