oleh

Bhinneka Tunggal Ika, Semboyan Hafalan Belaka?

Bangsa Indonesia sejatinya diperkaya oleh keberagaman suku, bahasa, dan budaya yang menghiasi panggung nusantara. Semua warga negara memainkan perannya masing-masing dalam membuat cerita yang tentunya akan menjadi sejarah bangsa di kehidupan mendatang.

Ada banyak variasi latar belakang pemain-pemainnya, namun sejatinyasetiap pemain telah ditanamkan suatu hal sejak mereka merasakan hangatnya bangku sekolah dasar. Hal itu diharapkan menjadi bekal agar bisa mewujudkan suatu cita-cita bangsa yang belum terlaksana secara utuh, yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”. Semboyan yang terdengar simple namun perlu direfleksikan. Sudahkah kita sebagai warga negara yang baik mengamalkan semboyan itu?

Apabila kita menggali perjalanan cerita dari bangsa ini, dapat dilihat banyaknya konflik yang terus terjadi bahkan sebelum konflik yang lain terselesaikan. Berawal dari adanya perbedaan pandangan antar agama, antar suku, bahkan antar pilihan. Berbeda pilihan saja masih menjadi hal yang terlihat sulit untuk diterima hingga berujung pada hujatan-hujatan yang sangat marak terutama di media sosial. Di mana kah tata karma yang menjadi ciri khas bangsa kita? Manusia diberkahi pola pikir yang berbeda.

Setiap Warga Negara Indonesia berhak untuk memilih sesuai hati nuraninya dan masing-masing dapat memilih peran politiknya. UUD 1945 pasal 28E ayat (3) berbunyi “ Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. ”

Persatuan terus menerus dicanangkan oleh generasi muda bangsa yang sadar akan pentingnya hal ini, namun tidak banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Radikalisme terus menerus menebarkan suasana kelabu di panggung warna-warni kita. Semua hal yang berbeda dianggap salah dan harus diubah sejalan tanpa perbedaan sedikit pun. Semboyan kebhinekaan yang sejatinya indah tidak terasa hanya menjadi hafalan masa lalu belaka. Apakah kita sebagai anak bangsa hanya duduk diam menyimak bagai penonton tanpa berusaha untuk memperbaiki diri untuk melaukukan perubahan?

Seringkali hal ini menjadi masa bodoh bagi kita, namun sesungguhnya konflik tersebut sangat berdampak bagi kehidupan kita. Bagaimana bisa kita mengembangkan diri apabila orang-orang di sekitar kita masih berpikiran demikian? Tidak hanya itu, bukankah kita ingin menjadi orang yang memainkan peran besar dalam kemajuan bangsa ini melalui ilmu-ilmu yang kita peroleh? Maka dari itu, sangat penting untuk sejenak melihat, merenungkan dan peduli pada sekitar kita.

Sikap toleransi dan menghargai perlu kita terapkan.Hal-hal kecil yang kita lakukan apabila diakumulasikan secara bersama-sama tentu memberi dampak yang sangat besar bagi bangsa ini untuk menuju ke arah yang lebih baik. Keragaman suku, budaya,dan agama justru menjadi ciri khas bangsa ini. Mari bergerak berdampak,wujudkan Bhineka Tunggal Ika!

Cipt : Brenda Kristi

News Feed