oleh

184 Siswa SMA I Ratahan Yang Lulus Dibekali Tak Bereforia Berlebihan 

TopikSulut.COM-RATAHAN-Sebanyak 184 siswa kelas 3 SMA Negeri 1 Ratahan, yang dinyatakan lulus, ternyata mendapatkan pembekalan khusus pihak sekolah untuk tidak bereforia, atau berekpresi perayaan berlebihan.

Kalau di Manado baru-baru ini terjadi korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di iring-iringan siswa yang berekspresi atas kelulusan, tidak dengan sekolah yang dikenal sekolah unggulan di Ratahan, Mitra.

Hal ini dikatakan Kepala Sekolah Very Wanta SPd MM, Rabu (15/5), siang tadi.

Menurutnya, saat menerima hasil kelulusan, bukan hanya siswa yang diingatkan, namun juga telah disampaikan ke orang tua.

“Kami telah ingatkan, kelulusan ini belumlah akhir, tapi ini menjadi awal untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Sehingga kami minta jangan berekpresi berlebihan karena menimbulkan resiko pada siswa,” papar Wanta.

Kepsek senior yang dikenal sangat bersahaja dengan media ini, menambahkan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan langkah-langkah preventif atau pencegahan, agar anak-anak didiknya tak ada yang sampai brutal mengekpresikan kelulusan ini.

“Ya sejak dari dulu kita selalu bangun koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencegah hal-hal yang tak kita inginkan. Lalu saya juga telah menugaskan para guru dan staf sekolah untuk menginventarisir apakah ada siswa kita yang telah melakukan hal-hal berlebihan. Tapi sejauh ini tidak ada,” jelas Wanta.

Ditanya soal jatah kursi penerimaan siswa baru yang akan dilakukan di tahun ajaran baru, Wanta menyebut, pihaknya sudah siap.

“Tapi kita sudah menerapkan sistem pendaftaran secara online. Dan ada beberapa hal syarat yang kita terapkan. Pertama, ramah lingkungan. Program ini adalah, semua calon siswa yang tinggal di sepuran sekolah ini akan di terima secara otomatis.
Diluar ramah lingkungn, tapi berada di wilayah Ratahan, kita terapkan nilai bawaan SMP dan akan dites tertulis untuk memenuhi standarnya,” jelas Wanta.

Siswa diluar Ratahan, tambah Wanta, harus melampirkan nilai akademik dan non akademik, yakni prestasi olahraga dan kesenian.

“Jumlah yang kita terima harusnya hanya 184 siswa, karena yang lulus kan begitu banyak, sebab ini sudah sesuai dengan jumlah meja dan kursi, tapi semua kita akan lihat kuota pelamar,” pungkas Wanta, sembari menyatakan pihaknya masih kekurangan guru Mata Pelajaran Antropologi, Sosiologi. Geografi ada tapi honor. Sejarah juga kurang. (Reagen)

News Feed