oleh

Kunjungi Sulut Untuk Keenam Kalinya, Ini Sejumlah Hadiah Besar Jokowi Untuk Pariwisata Sulut

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN –Kunjungi Provinsi Sulawesi Utara untuk keenam kalinya, Presiden Republik Indonesia ke tujuh  Ir. H. Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dijemput secara langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE bersama istri dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw bersama istri serta unsur Forkopimda dan sejumlah instansi terkait. (Kamis-Jumat 4-5/7/2019).

Adapun sejak dipimpin oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw selama empat tahun setengah, Provinsi Sulawesi Utara seakan menjadi salah satu anak mas dari Pakde (Presiden RI Joko Widodo).

Hal ini terlihat dari seringnya Presiden dan para Menteri-nya berkunjung ke Sulut. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa memang program pembangunan Jokowi memang dipusatkan di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke secara merata.

Kali ini kunjungan kerja Jokowi menjadi yang terlama di Sulut yaitu selama dua hari penuh. Kunjungan orang nomor satu di Indonesia ini pun terlihat jelas terpusat para potensi pariwisata Sulawesi Utara yang menjadi salah satu program prioritas pembangunan OD-SK (Gubernur dan Wagub).

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Provinsi yang dipimpin Olly Dondokambey dan Steven Kandouw ini (Sulawesi Utara) telah dilabeli sebagai ‘The Rising Star’ di sektor Pariwisata Nusantara.

Hal ini diakui Presiden Joko Widodo melalui akun Facebooknya, dengan tulisan bahwa empat tahun terakhir sektor Pariwisata Sulawesi Utara telah melejit naik hingga ke angka 600 persen.

“Empat tahun terakhir Provinsi Sulawesi Utara ini mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisata hingga 600 persen. Saya ke sana hendak meninjau infrastruktur pendukung pariwisata itu,” tulis Presiden Jokowi melalui akun Facebook pribadinya pada saat hendak bertolak ke Provinsi yang dijuluki sebagai daerah Nyiur Melambai ini.

Adapun, setelah mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada hari Kamis 04/07/2019 sekitar pukul 11.30 waktu setempat, Jokowi bersama rombongan yang terdiri dari Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly serta Johan Budi selaku juru bicara presiden, langsung dijemput oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Wakil Ketua TP-PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos serta unsur Forkopimda Provinsi Sulut dan sejumlah pejabat terkait lainnya, di VIP Room Pemprov Sulut.

Selanjutnya Presiden beserta rombongan meninjau secara langsung kondisi serta aktivitas yang ada di seputaran baik luar maupun dalam Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado,

Terlihat dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mendapat penjelasan terkait kondisi dan aktivitas Bandara sekaligus terkait rencana perluasan Bandara Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose.

Foto Presiden RI Ir. H. Joko Widodo didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey ketika meninjau aktivitas Bandara International Sam Ratulangi Manado (Kamis 04/07/2019) bersama pihak Angkasa Pura

“Pertama, terminal di sini kita lihat memang sudah tidak mencukupi lagi apabila yang ingin datang (turis) kita terima semua. Kedua, runway-nya juga masih kurang panjang apabila pesawat berbadan lebar ingin turun di Manado,” ujar Presiden menjelaskan kondisi bandara Sam Ratulangi selepas peninjauan pada (Kamis, 04/07/ 2019).

Hal ini dikatakan Presiden, setelah melihat animo aktivitas Bandara Sam Ratulangi yang beberapa tahun belakangan ini sangat meningkat, apalagi ditambah dengan kunjungan Wisatawan asing yang terus berdatangan saban hari, seperti yang dijelaskan oleh Direktur Angkasa Pura yang mengatakan bahwa data sejak tahun 2015 sebanyak 20 ribu, dan bertambah di tahun 2016 menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen.

“Oleh sebab itu sudah saya menginstruksikan agar dalam waktu dekat segera dibangun terminal yang baru, tepatnya pada September agar bisa selesai  di bulan Agustus tahun 2020 mendatang”, beber Presiden.

Program perluasan Bandara Sam Ratulangi sendiri merupakan inovasi besar dalam mendukung industri pariwisata Sulut yang direncanakan akan menjadikan terminal bandara yang semula seluas 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi. Perluasan tersebut diperkirakan akan dapat melayani hingga 6 juta penumpang per tahun dari yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 juta orang per tahun.

Tidak hanya bandara, Kunker Jokowi kali ini juga diprioritaskan kepada pengembagan baik infrastruktur maupun teritori pariwisata di Sulut.

“Kita juga akan masuk ke produknya. Pembangunan-pembangunan yang berada pada kawasan-kawasan wisata yang ada di sini ini juga paralel harus segera selesai. Oleh sebab itu saya ke sini untuk mengecek satu-satu biar terintegrasi dari pusat hingga daerah,” ujar Presiden.

Usai meninjau Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Presiden Jokowi bersama rombongan didampingi secara langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Minahasa Utara desa Pulisan guna meninjau lokasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata pantai Pulisan (Likupang).

Foto Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bersama rombongan dan Gubernur Olly Dondokambey saat meninjau lokasi KEK Pariwisata Pulisan di Kabupaten Minahasa Utara (Kamis 04/07/2019)

Setelah melihat road map maupun kondisi sekitar dan mendapatkan penjelasan dari instansi terkait KEK Pariwisata Pulisana, Presiden Jokowi pun menyatakan kesiapan pemerintah pusat mem-back-up pembangunan KEK Pariwisata tersebut hingga selesai dan bisa menghasilkan income yang baik untuk menunjang perekonomian warga sekitar dan Provinsi Sulawesi Utara.

“Ini pemerintah pusat ingin me-back up hal-hal yang belum siap, misalnya penyelesaian secara segera kawasan ekonomi khusus pariwisata ini, baik itu terkait jalan-jalan yang belum lebar ya akan kita lebarin, tol yang belum selesai segera diselesaikan, mungkin tolnya Oktober sudah rampunglah, tata ruang yang semua kecegatnya di situ ya, nanti malam kita rapat terbatas kita selesaikan di sini, nanti semuanya biar clear,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat meninjau KEK Pariwisata Pulisan, di Likupang, Minahasa Utara, Kamis (4/7/2019) siang.

Untuk mempercepat terwujudnya pembangunan KEK Pariwisata, kata Jokowi, perlu adanya kerja yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah, baik kota, provinsi, kabupaten, provinsi dan pusat.

Tidak hanya sampai disitu, kunker Jokowi yang juga turut dihebohkan oleh antusiasme warga Provinsi Sulawesi Utara yang terus mengikuti pergerakannya sejak tiba di Manado meski hanya sekedar untuk meminta swa foto hingga berjabatan bahkan sekedar melihat wajah orang nomor satu di Indonesia tersebut,  terus dilanjutkan hingga ke tujuan Presiden selanjutnya yaitu di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado. 

Dilokasi tersebut, ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Sulawesi Utara telah menanti sang orang nomor satu di republik ini.s

Adapun agenda Jokowi kali ini yaitu untuk membagikan sekitar 2000 sertifikat tanah gratis untuk masyarakat Sulawesi Utara.

Pada kesempatan bahagia tersebut pula, di hadapan para masyarakat yang hadir, Presiden Jokowi memuji kebijakan Gubernur Olly yang membebaskan seluruh biaya administrasi pengurusan sertifikat tanah bagi masyarakat Sulut.

Foto Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Saat membagikan 2000 sertifikat tanah hak milik kepada masyarakat Sulut di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado (Kamis 04/07/2019)

“Bapak dan ibu di Sulawesi Utara beruntung punya Pak Olly. Karena biaya administrasi sertifikat sudah ditanggung pemerintah daerah,” puji Jokowi.

Menurut Jokowi, program sertifikat tanah itu merupakan salah satu hal yang sangat penting dan memiliki manfaat besar sebagai tanda bukti sah atas hak kepemilikan tanah yang didiami masyarakat.

“Ingat sertifikatnya disimpan bak-baik sertifikat. Difotokopi, diberi plastik, disimpan di tempat yang aman karena sertifikat tanah ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” ingat Jokowi.

Jokowi memberikan gambaran zaman dulu hanya 500 ribu bidang tanah yang bisa disertifikat dalam setahun. Artinya, seorang masyarakat perlu waktu kira-kira 160 tahun agar tanahnya bisa disertifikat.

“Siapa yang mau menunggu 160 tahun? Ayo maju sini, saya kasih sepeda gratis,” guyon Jokowi disambut tawa para masyarakat.

Presiden Jokowi meminta kepada masyarakat yang telah menerima sertifikat hak atas tanah itu agar bisa  lebih bijak dalam memanfaatkan surat tersebut dengan baik.

“Tidak masalah sertifikatnya disekolahkan tapi harus bijak, harus dipakai untuk modalnya baik untuk usaha, kerja atau investasi. Jangan untuk konsumtif,” kunci Jokowi.

Setelah selesai membagikan sertifikat tanah kepada warga, Presiden Jokowi dan rombongan didampingi Gubernur Olly Dondokambey bertolak menuju ke Mercure Hotel yang berada di luar kota Manado tepatnya didaerah Kabupaten Minahasa yang berjarak kurang lebih 20 menit dari pusat kota Manado, untuk beristirahat.

Foto Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Saat berada di tempat penjualan souvenir khas Sulut Jendela Indonesia (Kamis 04/07/2019)

Dan hal yang seakan tak bisa dihilangkan oleh sosok Jokowi yaitu blusukkan kembali terjadi malam itu, bukannya beristirahat, Jokowi bersama rombongan pun tiba-tiba mendapat ide untuk keluar hotel dan kembali bertolak ke kota Manado hanya sekedar untuk meninjau salah satu destinasi oleh-oleh pariwisata yang ada di kota Manado yaitu Jendela Indonesia yang berada tepat di jalan Boulevard jantung kota Manado.

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Presiden pun ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata.

“Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- backup oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden Jokowi.

Jendela Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado.

“Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Presiden.

Melalui kunjungannya malam ini, Presiden melihat adanya potensi yang sangat besar bagi objek wisata tersebut untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu.

“Ternyata peminatnya (wisatawan) sangat banyak. Seiring dengan itu, fasilitasnya jangan terlambat diperbaiki,” tuturnya. Setelah dari tempat ini, Presiden kembali ke hotel untuk beristirahat.

Keesekon harinya, Jumat (5/7/2019) pagi, Presiden Jokowi bersama rombongan dan Gubernur Olly Dondokambey menyambangi Taman Laut Nasional Bunaken, yang dikenal memiliki keindahan bawah laut dan kaya akan keanekaragaman hayati.

“Kita ingin melihat lapangan di mana ada potensi-potensi yang bagus, yang dipakai untuk pariwisata. Tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati,” ujar Presiden di Dermaga Bunaken.

Foto Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Saat menuju ke Kepulauan Taman Laut Bunaken (Jumat 05/07/2019)

Presiden dan rombongan bertolak menuju lokasi dari dermaga yang berada di area hotel tempat menginap dengan menaiki kapal Bunaken Crystal 7. 

Setelah menempuh kurang lebih 45 menit perjalanan, rombongan tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal untuk menuju laut lepas dan menikmati kecantikan ikan-ikan tropis serta terumbu karang yang eksotis di salah satu perairan di tempat dengan biodiversitas tertinggi di dunia.

Wajah terpukau pun tak bisa disimpan oleh sosok Jokowi dan rombongan atas keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken, Presiden Joko Widodo berharap potensi pariwisata yang ada di lokasi itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik. Menurutnya, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang.

“Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini. Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” pesannya tegas.

Sadar akan potensi besar tersebut, pemerintah pusat langsung bergerak untuk menjadikan salah satu kawasan wisata tersebut lebih tertata dan terintegrasi. Ke depannya, destinasi wisata bawah laut tersebut diperkirakan akan jauh lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing, seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Sulawesi Utara oleh pemerintah sehingga memerlukan perencanaan yang matang.

“Ini mau dibuat perencanaan dulu untuk membuat klaster-klaster sehingga penduduknya di sebelah mana jelas, tempat wisata di mana jelas, area konservasinya di mana juga jelas,” kata Jokowi.

Foto Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Bersmaa Gubernur Olly Dondokambey dan para Menteri Kabinet kerja saat menuju ke Bunaken (Jumat 05/07/2019)

Kawasan wisata tersebut memang menjadi salah satu magnet pariwisata Sulut. Setiap tahunnya, pemerintah setempat menggelar Festival Pesona Bunaken yang selalu diminati wisatawan asing.

Terkait hal itu, Presiden menegaskan bahwa pihaknya berkejaran dengan waktu dan permintaan yang semakin meningkat dari para wisatawan. Maka itu, pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pengembangan pariwisata di Sulut.

“Kita ke lapangan ingin mengejar itu. Kalau biasa-biasa saja kita mungkin enggak (upaya), tapi ini ada keadaan luar biasa yang turis ingin masuk dan kita harus menyiapkan,” tuturnya.

Tidak hanya Bunaken, Presiden Jokowi bersama rombongan pun melanjutkan perjalanan ke Kota Bitung. 

Di sana, Jokowi bersama rombongan ingin melihat usulan dari Gubernur Olly Dondokambey yang ingin membangun konektifitas melalui jembatan yang akan menghubungkan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh.

Setelah melihat dari dekat, Jokowi berjanji mendukung penuh pembangunan Jembatan Lembeh. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Bitung, Jumat (5/7/2019).

“Tahun depan jembatannya dimulai dari sini ke Lembeh, nanti pariwisatanya hidup, industrinya hidup di kawasan yang berbeda,” ucap Jokowi sambil didampingi Gubernur Olly.

Meski jembatan berdiri, menurut Presiden, industri pelayaran juga tidak serta merta gulung tikar.

“Nanti otomatis datang kalau turisnya banyak, tidak hanya di sekitar Manado ataupun di Bunaken tapi ini juga salah satu alternatif yang bisa dilihat bagus loh, bawah airnya juga cantik jadi industri ya dialihkan, kan ada yang lain, di sini bukan hanya urusan ke Lembeh saja, ke Ternate, Tobelo,” tutur Presiden.

Foto Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Bersama Gubernur Olly Dondokambey saat berada di pelabuhan Bitung (Jumat 05/07/2019)

Disamping itu, Jokowi juga mengungkapkan perbaikan Pelabuhan Bitung untuk mendorong volume ekspor-impor melalui pelabuhan tersebut.

“Banyak yang ingin masuk ke sini, ini ujung yang dekat dengan Filipina, dekat dengan Asia bagian Timur. Ini ada kekuatan yang bisa dipakai di sini, baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang-barang tertentu,” kata Presiden Jokowi.

Pelabuhan Bitung sendiri adalah pelabuhan internasional yang ditargetkan dapat mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang dinyatakan sebagai salah satu prioritas pembangunan pemerintah.

Menurut Jokowi, keberadaan Pelabuhan Bitung juga akan mendukung kegiatan industri kawasan timur Indonesia meliputi Ambon dan Ternate (pertanian, industri, dan pertambangan) serta Samarinda, Balikpapan, Tarakan, dan Nunukan (batubara, minyak bumi, dan kayu lapis).

“Ini sekali lagi kita tetap melihat fasilitas-fasilitas yang mendukung KEK, begitu fasilitas-fasilitas pendukungnya siap, maka KEK-nya berjalan,” kata Presiden.

Saat ini Pelabuhan Bitung sedang dalam masa perbaikan dan ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2019.

“Kami ingin melihat semuanya, misalnya pelabuhan ini akan dimulai perbaikan pada bulan Oktober sehingga bisa untuk pelabuhan rakyat dan pelabuhan yang ada sekarang. Sudah tadi saya sampaikan, Pak Walikota, Pak Gubernur juga, lahan disiapkan dari pemda, kemudian ada yang bangun dari Kementerian Perhubungan. Setahun lah rampung,” kata Presiden Jokowi.

Sebelum tiba di Kota Bitung, Presiden Jokowi sempat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan perkembangan Jalan Tol Manado-Bitung. Kepala Negara memastikan bahwa pembangunan jalan tol yang sempat terkendala persoalan pembebasan lahan itu akan terus berjalan dan segera diselesaikan.

“Jadi tol Manado-Bitung lapangannya masih kurang 13 kilometer yang belum pembebasan (lahan), tapi proses berjalan,” ujarnya di lokasi peninjauan.

Presiden mengatakan bahwa jalan tol tersebut ditargetkan untuk diselesaikan pada awal tahun depan. Kendala yang ada di lapangan juga disebutnya dapat segera teratasi.

Foto Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Ketika meninjau proyek jalan Tol Manado-Bitung (Jumat 05/07/2019)

“Tadi saya sudah perintah Jasa Marga untuk secepatnya bisa diselesaikan. Mungkin maksimal Maret-April. Insyaallah,” ucapnya.

Jalan tol sepanjang 39,9 kilometer tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek yang menghubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung, diharapkan mendukung peningkatan mobilitas dari dua kota tersebut, mendukung sektor wisata, serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota sekitarnya. Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke KEK Bitung dan Pulau Lembeh yang sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulawesi Utara.

“Bisa nanti larinya ke pariwisata, bisa larinya ke industri. Karena nanti di Pulau Lembeh itu menjadi titik pariwisata baru di Bitung meskipun (perlu) dukungan industri terutama perikanan dan KEK yang nanti juga berhubungan dengan pelabuhan,” kata Presiden.

Usai meninjau sejumlah infrastruktur pendukung dan destinasi pariwisata yang ada di Sulut, Presiden langsung memimpin rapat terbatas yang dihadiri langsung Gubernur Olly Dondokambey. Pertemuan yang membahas tentang pengembangan pariwisata di Sulut tersebut digelar di ruang tunggu utama Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, Jumat, 5 Juli 2019.

Rapat tersebut juga diikuti oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Staf Khusus Presiden Johan Budi.

Selain itu, tampak turut hadir Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Bupati Minahasa, Bupati Minahasa Tenggara, Bupati Minahasa Selatan, Wali Kota Tomohon, Bupati Bolaang Mongondow, Walikota Manado, Bupati Minahasa Utara, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara, serta Walikota Bitung.

Sebelum meninggalkan Sulut, Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas yang dihadiri sejumlah menteri dan kepala daerah di Sulut.

Setelah rapat terbatas, Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana, menyampaikan kepada para jurnalis bahwa melalui rapat tersebut dirinya ingin mengetahui persoalan-persoalan yang ditemui di lapangan. Tujuannya agar para gubernur, bupati, dan walikota memiliki keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat.

“Saya berikan contoh urusan tata ruang agar ini bisa dipercepat sehingga investasi yang datang langsung bisa memulai konstruksinya,” ucap Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan tentang penataan beberapa kawasan, termasuk pembagian kerja antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kalau kita ketemu dengan cara bekerja terintegrasi pusat, provinsi, kabupaten, dan kota itu akan jelas dan lebih enak. Hasilnya akan lebih gampang dilihat,” ucap Presiden.

Setelah memimpin rapat terbatas, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan langsung kembali bertolak ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Wakil Gubenrur Steven Kandouw pun memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Jokowi atas perhatiannya kepada Provinsi Sulut yang tidak hanya sekedar datang ke Sulut untuk melihat keindahan alam, namun secara penuh turut mensupport seluruh program kepariwisataan Sulut.(CHRIS/ ADVETORIAL HUMAS PEMPROV SULUT)

News Feed