oleh

Terkait Dugaan Pungli Di Pasar Amurang,Romi Pondaag SH MH:Jika Pungli Itu Benar Polisi Di Minta Selidiki


Topiksulut.Com_Dugaan pungli yang terjadi di pasar Amurang menjadi perhatian serius Pimpinan DPRD Minahasa Selatan

Dari pengakuan dari salah satu pedagang dari luar yang ikut berjualan dipasar Amurang mengatakan jika transaksi dimulai dengan harga 150 yang artinya Rp.1.500.000 untuk satu tenda yang ukuran besar dan untuk lapak ukuran kecil dimintai Rp.500.000 sementara untuk pembayaran diberikan separuh fan sisanya dibayar hari sabtu saat selesai berjualan dihari terkahir

“Biasa torang kalo bajual saat tanya tampa dorang langsung tanya mo jual apa trus berpa besar lapak,kalo besar dorang bilang 150 yang artinya Rp.1.500.000 dan berlaku pada lapak besar kalo lapak kecil diminta Rp.500.000 “jelas salah satu pedagang yang tak ingin namanya disebutkan

Ditambahkan pedagang yang lain “kalo untuk pembayaran bayar dimuka seberapa saja sebagai tanda jadi dan sisanya nanti hari sabtu selesai berjualan itu untuk tarif yang besar kalo untuk yang kecil bisa langsung bayar”ujar salah satu pedagang yang sama

Saat ditanya setoran diberikan ke siapa dan siapa penerima setoran besar tersebut mereka enggan untuk menyebutkan takut ketahuan dan dipersulit

Terkait hal ini Pimpinan DPRD Minahasa Selatan Romi Pondaag SH MH mengecam hal tersebut menurutnya “jika kondisi ini benar maka Polisi
harus telusur kemana dana itu mengalir sebab pungutan sebesar itu apakah masuk dalan perda jangan seenaknya menagih dan bagi saya itu sudah sangat besar”ujar Pondaag saat di hubungi media ini

Ditambahkan Romi “kalo niatnya untuk membantu pedagang dalam hal kebijakan sah sah saja tapi bukan membebani mereka dengan tagihan yang sangat besar seperti itu”jelasnya

Sebelumnya diberita yang sama salah satu petinggi PD CWE telah memberikan klarifikasi secara tertulis di laman berita Topiksulut.com tentang dugaan pungli di pasar Amurang

“Perlu diluruskan Untuk menghadapi pangucapan syukur Pihak PD. Cita Waya Esa telah membentuk Tim Pengendali dan pengawasan di Pasar 54 Amurang yang diketuai oleh Maidy MamangkeyLiando Sek Lebry Bawinto, SE dan Kapas Amurang sbg anggota yang nantinya bertanggungjawab menata dan mengatur sesuai ketentuan yang berlaku, jadi kalo ada tindakan2 pungli yg terjadi itu bukan perintah Tim selaku penanggung jawab di lapangan itu berarti tindakan sepihak atau oknum yg memanfaatkan kondisi yg ada”

Caption diatas adalah bentuk hak jawab yang diberikan oleh JW Dir PD CWE .

(Hemsi)

News Feed