oleh

Bekali Perempuan Mitra dengan Skil Menjahit, Disnakertrans Diapresiasi 

TopikSulut.com, RATAHAN-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mitra kembali mengambil sebuah langkah nyata untuk menekan angka pengangguran pencari kerja (Pencaker).

Kali ini Dinas yang dipimpin Jan Wawointana SE, menyasar pencaker perempuan.

Sebanyak 20 perempuan perwakilan beberapa kecamatan ini, dikumpul untuk mendapatkan pelatihan bagaimana cara menjahit.

Menurut Wawointana, pelatihan bagi perempuan memang telah menjadi target program dari disnakertrans.

“Semua kita arahkan untuk menjadikan para pencari kerja sedikit demi sedikit mulai berkurang. Nah kali ini ada 20 perempuan yang masuk dalam pelatihan ini. Kita harapkan mereka bisa menjadi ahli nanti di bidang menjahit dan nanti meneruskan lagi pada orang lain,” jelas Wawointana, kepala dinas yang juga merangkap Camat Tombatu Timur ini.

Hal yang sama dikatakan Kepala Bidang Penempatan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Disnakertrans Mitra Munira Bin Ali SE.

Menurut Ali, pelatihan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi para pencaker Mitra.

“Ketika para pencaker ini telah menguasai bagaimana cara menjahit, maka ini pasti telah menekan jumlah pencaker, sebab pasti mereka sudah bisa mendapatkan penghasilan sendiri dari skil mereka. Memang peserta terbatas, sebab menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran kita. Tapi ke depan kita masih akan terus menggelar pelatihan ini secara bergilir,” ujar Munira.

Dia menambahkan, instruktur yang dihadirkan, adalah yang berpengalaman dan ahli dibidangnya.

“Karena yang kita hadirkan untuk melatih sangat hebat, maka kami melihat peserta sudah langsung paham mulai dari cara menggunting kain, dan juga mencoba membuat celana sudah bisa. Ini yang kami harapkan,” ucap Munira, yang didampingi Kepala Seksi Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Ria Resita Lumintang SE.

Sementara itu, peserta pelatihan mengapresiasi langkah ini. Oktaria Lolowang, warga Ratahan, mengaku, dari kegiatan ini, dia mendapatkan pelajaran herarti soal cara menjahit.

“Kalau tidak ada pelatihan saya tidak tahu cara menggunting kain dan menjahitnya. Untuk itu saya berterima kasih pada pihak disnakertrans karena mendapat kesempatan ikut pelatihan. Dan saya siap untuk mempraktekkan hal yang saya dapat,” pungkas Okta.

Sekedar diketahui pelatihan ini digelar selama dua hari, Senin-Selasa (12-13/8), di D”Talaga Kafe, Wioy, Kecamatan Ratahan Timur. (Reagen)

News Feed