Perawat Profesi Mulia, Beresiko Namun Membuat Hidup Lebih Berarti.

TopikSulut.com  – Mengapa perawat dikatakan profesi mulia? Karena perawat mempunyai peran penting di dunia kesehatan terutama dalam membantu  kesembuhan pasien sesuai dengan bidang garapnya, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

Perawat melayani kebutuhan pasien selama 24 jam setiap harinya. Perawat mampu melakukan perubahan entah itu kecil atau besar, sederhana atau kompleks, perawat melakukan perubahan bagi kehidupan seseorang.

Perawat merupakan pekerjaan yang mulia namun penuh risiko. Setiap hari harus bertemu dengan pasien dengan berbagai macam penyakit yang bukan tidak mungkin dapat menular pada dirinya sendiri.

Meski profesi perawat beresiko namun tidak menyurutkan niat Juita Ariani Liow, Gadis Cantik asal Motoling Kabupaten Minahasa Selatan yang sudah semester 6 di Universitas Katolik De La Salle Manado jurusan Keperawatan.

Berawal dari  saat mengunjungi rumah sakit dan melihat pasien-pasien yang terbaring dirumah sakit, betapa mereka harus berjuang untuk sehat atau bahkan berjuang untuk tetap hidup, juita ingin menjadi bagian dengan mendedikasikan dirinya untuk menolong mereka  bila nanti telah menyelesaikan studinya.

Menurutnya, profesi perawat akhir-akhir ini banyak dilupakan terutama para kalangan anak muda.

“Bagi saya perawat itu adalah pekerjaan yang mulia,  karena saya lihat sifat menolong sesama sudah semakin tipis di kalangan anak muda. Meski menjadi profesi yang beresiko namun bisa membuat hidup lebih berarti karena bisa menolong sesama,” ujar Gadis Cantik kelahiran 1 juli 1999 ini.

Juita juga menambahkan menjadi perawat mengajarkan dirinya arti sebuah ketulusan, ketulusan merawat seseorang yang bukan siapa-siapa bahkan tidak dikenal.

“Bila nanti saya sudah menjadi perawat, saya akan berusaha ikhlas dan tulus merawat pasien saya dan berharap semoga mereka dapat kembali sehat dan berkumpul bersama keluarga mereka.” tambah anak tercinta dari pasangan Ruddy Liow dan Tini Lendongan. (RFL)