OD-SK Berhasil Buktikan Komitmen Kerja Selang Empat Tahun Nakhodai Sulut

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN – Selang empat tahun memimpin Provinsi Sulawesi Utara, duet maut Olly Dondokambey SE dan Drs. Steven Kandouw (OD-SK) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur berhasil menghantarkan provinsi Sulawesi Utara.

Hal tersebut terlihat jelas diberbagai sektor yang telah diberhasil di kebut oleh Gubernur dan Wagub dalam satu program utama yaitu Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Adapun realisasi program dan capaian keberhasilan OD-SK dari Biro Organisasi Setdaprov Sulut

I.BAGIAN KELEMBAGAAN DAN ANALISIS JABATAN

1.Peningkatan kapasitas kelembagaan daerah

-Pembinaan dan Pengendalian Perangkat Daerah Kab/Kota.Asistensi penataan Perangkat Daerah dari beberapa Kab/Kota,:

Kota Bitung

-Pembentukan UPTD sentra Industri kecil dan menengah (IKM)

-Pembentukan UPTD Pengelolaan air limbah domestic

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa

Kota Tomohon

-Penghapusan Dinas Pemberdayaan Masyaarakat dan Desa

-Perubahan Nomenklatur Urusan Penunjang

-Pembentukan unit kerja pengelola barang dan jasa

-Peningkatan Tipelogi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan pemukiman Tipe C menjadi tipe B

-Peningkatan Tipelogi Dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu Tipe C menjadi tipe A

-Perubahan Nomenklatur dan Peningkatan Tielogi Dinas Tenaga Kerja tipe B menjadi Dinas Ketenagakerjaan Tipe A

-Perubahan Nomenklatur Urusan Penunjang

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa

Kota Kotamobagu

-Perubahan Nomenklatur Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik, ersandian menjadi Dinas Komunikasi dan Informatika

-Dinas Kearsian dan erustakaan menjadi Dinas Kearsian

-Perubahan Nomenklatur Urusan Penunjang

-Pembentukan Unit Kerja pengelola Barang 

dan jasa

Kabupaten Minahasa Tenggara

-Peningkatan Tipelogi Setda Tipe B menjadi Tipe A

-Peningkatan Tipelogi Badan kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Tipe C menjadi Tipe B

-Perubahan Nomenklatur Badan Perencanaan Daerah menjadi Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah

-Peningkatan Tipelogi Dinas Lingkungan Hidup Tipe C menjadi Tipe B

-Peningkatan Tipelogi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tipe C 

-Peningkatan Tipelogi Satuan Polisi Pamong Praja Tipe B menjadi Tipe A

-Peningkatan Tipologi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tipe B menjadi Tipe A

-Perubahan Nomenklatur Dinas Kelautan dan Perikanan menjadi Dinas Perikanan

-Perubahan Nomenklatur Dinas Kearsipan menjadi Dinas Kearsipan dan Perustakaan

-Perubahan Nomenklatur dan Peningkatan Tipelogi Dinas Koerasi, Usaha Kecil dan Menengah Tipe C menjadi Dinas Koperasi, Usaha kecil dan menengah, Perdangangan dan Perindustrian Tipe B

-Peningkatan Tipelogi Dinas Komunikasi dan Informatika Tipe B menjadi Tipe A

-Pembentukan Unit Kerja pengelola Barang dan Jasa.

Kabupaten Minahasa Selatan

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa.

Kabupaten Minahasa

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang

Kabupaten Minahasa Utara

-Peningkatan Tipelogi Dinas Pertanian Tipe B menjadi Tipe A.

-Peningkatan Tipelogi Dinas Lingkungan Hidup Tipe C menjadi Tipe A

-Peningkatan Tipelogi Bidang PPerpustakaan menjadi Tipe C dan Penggabungan Nomenklatur menjadi Dinas Kearsipan

-Peningkatan Tipelogi Dinas Pangan Tipe B ke Tipe A

-Peningkatan Tipelogi Bidang Koperasi menjadi Tipe C dan penggabungan Nomenklatur Dinas Tenaga Kerja

-Perubahan Nomenklatur Bagian Pengadaan Barang dan Jasa

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa.

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa.

Kabupaten Bolaang Mongondow

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan jasa.

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa.

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa.

Kabupaten Kepulauan Sangihe

-Perubahan perangkat daerah dengan penambahan daerah

-Penggabungan fungsi Bidang Kebudayaan ke Dinas Pendidikan, menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata Daerah

-Peningkatan Status Bagian Pengelolaan Perbatasan Negara menjadi Badan Pengelola Perbatasan Daerah

-Pembentukan UPTD Keendudukan dan Pencatatan Sipil:

1)UPTD DUKCAPIL Marore

2) UPTD DUKCAPIL Tabukan Utara

3)UPTD DUKCAPIL Tabukan Tengah

4)UPTD DUKCAPIL Tabukan Selatan

5)UPTD DUKCAPIL Manganitu Selatan

6)UPTD DUKCAPIL Tamako

7)UPTD DUKCAPIL Kendahe

8)UPTD DUKCAPIL Tatoareng

-Pembentukan Rumah Sakit Kelas D Pratama

-Perubahan Nomenklatur Rumah Sakit Kelas D 

Pratama menjadi Rumah Sakit Liung Paduli

-Perubahan Nomenklatur berdasarkan 

Peraturan dari Kementrian/Lembaga

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa

conversion.gif

Kabupaten Kepulauan Talaud 

-Pembentukan UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

-Pembentukan Unit Kerja Pengelola Barang dan Jasa.

Kabupaten Kepulauan Sitaro

-Pembentukan Unit Kerja.

2.Peningkatan kapasitas kelembagaan daerah

-Penataan Perangkat Daerah Provinsi-Perubahan pada Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan menghapus Biro Perbatasan dan diubah dengan membentuk Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Sulawesi Utara

-Perubahan Nomenklatur Badan Pengelola Keungan dan Aset daerah menjadi Badan Keuangan dan Aset Daerah 

-Perubahan Nomenklatur Badan Pengelola Pajak dan Retribusi daerah menjadi Badan Pendapatan Daerah

-Perubahan Nomenklatur Badan Pendidikan dan Pelatihan daerah menjadi Badan

Pengembangan Sumber Daya Manusia daerah

-Pengalihan P3D UPTD Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Kalasey antara Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah dialihkan ke Dinas Pendidikan Daerah

-Dinas Kesehatan Daerah Provinsi

Pembentukan UPTD RSUD Manembo-Nembo Bitung dan Perubahan Nomenklatur Tipe B 

-Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat sebagai pengganti Biro Perbatasan

-Perubahan Nomenklatur Biro Perlengkapan menjadi Biro Pengadaan Barang dan Jasa. 

-Penataan Struktur Biro Umum

-Penataan Struktur Biro Perekonomian dan SDA

-Penyusunan SPM dialihkan dari Biro Organisasi ke Biro Pemerintahan sesuai PP No 2 tahun 2018

-Penambahan 1 (satu) irban berdasarkan PP No.72 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas PP No. 18 Tentang Perangkat Daerah.

3.PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR

-PENYUSUNAN ANALISIS JABATAN PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA

-FASILITASI PENYUSUNAN ANALISIS BEBAN KERJA PROVINSI DAN KAB/KOTA

-SOSIALISASI EVALUASI JABATAN PROV DAN KAB/KOTA-39 Organisasi Perangkat daerah Provinsi Sulawesi Utara menyusun Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja yang memberikan arah dan pedoman penataan organisasi, khususnya menyangkut formasi dan alokasi sumber daya aparatur

-Sosialiasi Penyusunan Evaluasi Jabatan kepada 39 OPD Provinsi Sulawesi Utara

II. BAGIAN PENGEMBANGAN KINERJA

1Peningkatan dan Pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja

-Penyusunan LKIP Provinsi

-Penyusunan LKIP Setda

-Penyusunan IKU Provinsi Setda

-Penyusunan Perjanjian Kinerja Setda

-Penguatan dan Peningkatan SAKIP Setda, Prov. Dan Kab/Kota

-Penguatan dan Peningkatan SAKIP Provinsi-Dari hasil overview masing-masing perangkat daerah Pemprov Sulut yang difasilitasi oleh Tim Kementrian PANRB bahwa telah dilakukan perbaikan yang signifikan untuk penetapan sasaran strategis, Indikator Kinerja dan target yang dimuat dalam perjanjian kinerja baik ditingkat eselon II dan eselon III.

-Dari Kegiatan Coaching Clinic Sakip ini masih terdapat beberapa koreksi untuk perjanjian kinerja di tingkat Eselon III.

-Tim Kementrian PANRB melakukan cascading terhadap penetapan Perjanjian Kinerja Eselon III dan IV ternyata masih lemah sehingga perlu dilaksanakan desk penyusunan cascading bagi perangkat daerah baik dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota

-Komitmen dari Perangkat Daerah untuk perbaikan SAKIP mendapat apresiasi dari Tim Kementrian PAN RB.

2.Pembinaan dan Pengembangan Aparatur

-Verifikasi Daftar Hadir PNS

-Verifikasi dan Validasi Tenaga Honorer

-Peningkatan Mental Aparatur-Usulan kenaikan pangkat pada bulan April sebanyak 80 pegawai dan bulan Oktober sejumlah 28 pegawai

-Usulan Kenaikan Gaji Berkala sebanyak 137 pegawai

-Sosialisasi peningkatan mental aparatur tenaga harian lepas menghasilkan perubahan pola pikir dari tenaga harian lepas 

-Terbentuknya disiplin bagi tenaga harian lepas

-Memiliki Norma dan Etika di Lingkungan Tenaga Harian Lepas Setda Prov. Sulut.

3.Manajemen Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

-Fasilitasi Reformasi Birokrasi Provnsi dan Kab/Kota

-Rapat koordinasi Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi

-Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi -Program dan Kegiatan masing-masing pokja yang telah disesuaikan dengan agenda pencapaian reformasi birokrasi secara nasional.

-Masing-masing poklja melakukan evaluasi hasil pelaksanaan program dan kegiatan reformasi birokrasi dengan melibatkna semua SKPD

-Penyampaian dokumen hasil pelaksanaan reformasi birokrasi sesuai area perubahan yang ditindaklanjuti masing-masing pokja

III.BAGIAN KETATALAKSANAAN

1PENINGKATAN KINERJA PENYELENGGARA PELAYANAN PUBLIK

-PENILAIAN KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK SE-PROVINSI SULAWESI UTARA  

-PENILAIAN DAN MONEV KINERJA UNIT PELAYANAN PUBLIK SKPD PROVINSI DAN KAB/KOTA-DARI HASIL PENILAIAN KOMPETENSI INOVASI PELAYANAN PUBLIK ADA 7 PERANGKAT DAERAH PROVINSI DAN KAB/KOTA YANG MENDAPATKAN PENGHARGAAN PELAYANAN PUBLIK TERBAIK.

1.BADAN PENDAPATAN DAERAH PROV. SULUT

JUDUL INOVASI : see_SAMRAT (Sistem Penelusuran, Penagihan dan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Sulawesi Utara)

2.DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

JUDUL INOVASI : PELAYANAN LANGKA (Pelayanan Langsung Akta)

conversion.gif

3.DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DAERAH PROV. SULUT

JUDUL INOVASI : LAKER (Laporan Kekerasan)

4.DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KEPULAUAN SITARO

JUDUL INOVASI : PAK EKO ( Paket Ekonomis)

5.DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DAERAH PROV. SULUT

JUDUL INOVASI : SI OBET ( Sistem Online Berbasis Elektronik Terpadu)

6.DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MINAHASA UTARA

JUDUL INOVASI : AJIB (Antar Jemput Ijin Bermotor)

7.DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK KOTA KOTAMOBAGU

JUDUL INOVASI: SIKEMAS ( Sistem Keluhan Masyarakat)

-Pada tanggal 22 Juni 2018 Pemerintah provinsi Sulawesi Utara melalui Badan perencanaan pembangunan daerah prov Sulut berhasil masuk dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional Tahun 2018

-Pada tanggal 28 Juni 2018 Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah Bpk. Edwin Silangen, SE, MS didampingi oleh Kepala Biro Organisasi mengikuti presentasi dan wawancara TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional tahun 2018

-Pada Tanggal 19 September 2018 Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Plt. Asisten Administrasi Umum Bpk Praseno Hadi, MM. Ak menerima penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan publik Tingkat Nasional

-Pelimpahan wewenang SPM dari Biro Organisasi ke Biro Pemerintahan.

2.Peningkatan Ketatalaksanaan, Sistem dan prosedur Organisasi

-Monitoring, Evaluasi dan pengkajian Ulang pelaksanaan SOP SKPD

-Penyusunan Kebijakan di Bidang Ketatalaksanaan

-Desiminasi Kebijakan di Bidang Ketatalaksanaan-Perbaikan dan penyempurnaan SOP Perangkat Daerah dan evaluasi kualitas dan efektifitasnya

-Finalisasi Penyusunan Ranpergub tentang Tata Naskah Dinas

-Penataan Standarisasi Papan Nama kantor 

-Penataan Standarisasi front office  

-Penyampaian Informasi kebijakan dibidang ketatalaksanaan bagi Perangkat Daerah yang meliputi penggunaan pakaian dinas sesuai dengan ketentuan yang diatur.

Sedangkan untuk sektor Pariwisata, realisasi capaian kinerja OD-SK mencakup :

sejak tahun 2016 sampai 2019, dunia pariwisata di daerah ini berkembang pesat. Bahkan tingkat keberhasilan di sektor ini, melebihi prediksi awal.

Kunjungan Wisman Melonjak 1000 Persen

Di awal tahun 2016, Gubernur Olly Dondokambey, SE bertekad untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai destinasi wisata baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Salah satu terobosan yang dilakukan Gubernur Olly Dondokambey, SE adalah upaya untuk mendatangkan turis dari negeri Tiongkok ke Sulawesi Utara.

Berbagai cara dan upaya dilakukan agar terobosan itu bisa berhasil. Mulai dengan melobi pemerintah pusat, mencari maskapai penerbangan dan hingga mengajak kerjasama agen perjalanan.

Kendati proses itu yang dilalui terbilang sulit dan rumit, namun rencana itu akhirnya bisa terwujud.

Pada hari Senin, tanggal 4 Juli 2016, merupakan hari bersejarah. Untuk pertama kalinya, 205 wisatawan asal China dengan menggunakan pesawat Lion Air mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Beberapa hari berselang, tepatnya Jumat 8 Juli 2016, pesawat Lion Air yang membawa 204 turis dari negeri Tirai Bambu itu, tiba. Lion Air akan melakukan 246 penerbanga dari 8 kota di China.

Ekonomi di sini mengarah ke pariwisata. Feeling Pak Gubernur (Olly Dondokambey) bagus sekali,” kata Jokowi di Manado, Kamis (4/7/2019).

Kebijakan maskapai Lion Air ini diikuti pula oleh maskapai lainnya yakni Citilink dan Sriwijaya. Maskapai Citilink mengambil rute Hongkong-Manado dan Chengdu-Manado sebanyak 36 kali penerbangan. Sedangkan maskapai Sriwijaya, memilih rute Guangzhou-Manado dengan 8 kali penerbangan.

Pada hari Selasa, tanggal 12 Juli 2016, turis asal China di Manado dengan penerbangan Citilink dan Sriwijaya, tiba di daerah ini. Selama bulan Juni dan Juli ini, ada 19 charter flight per minggu.

Di bulan Agustus 2016, 6.455 turis asal China tercatat berkunjung ke Sulawesi Utara. Dari data yang dilansir BPS Sulawesi Utara, wisatawan mancanegara yang datang ke Sulut didominasi oleh warga China sebesar 81,67 persen dari total wisman yang datang ke Sulut melalui pintu gerbang Bandara Sam Ratulangi.

Selain China, kunjungan wisman di Sulut diikuti oleh Singapura 229 orang (2,90%), Jerman 154 orang (1,95%), Jepang 130 Orang (1,64%), Hongkong 129 Orang (1,63%). Dari Amerika 115 Orang (1,45%), Belanda 85 Orang (1,08%), Inggris 80 Orang (1,01%), Australia 72 Orang (0,91%), Malaysia 51 Orang (0,65%).

Pada Agustus 2016 wisman yang datang seanyak 7.904 orang meningkat sebesar 251,76% dibandingkan dengan bulan sama tahun sebelumnya sebanyak 2.247 Orang.

BPS mencatat pada bulan Agustus 2016 sebanyak 7.904 orang atau meningkat sebesar 2,96% dibanding Juli 2016 yang berjumlah 7.677 orang.

Pada akhir Desember 2016, total turis mancanegara yang berkunjung ke Sulawesi Utara mencapai 50.888 orang. Dari jumlah itu, wisatawan asing didominasi oleh warga China sebanyak 27.403 orang. Capaian yang belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Terobosan dari pemerintah provinsi ini mendapatkan apresiasi dari Presiden RI Ir. Joko Widodo. Saat berkunjung di Sulawesi Utara pada 18 Oktober 2016, menurut Presiden Jokowi, lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 1000 persen, patut mendapat pujian.

Menurut Presiden Jokowi, kunjungan wisatawan itu bukan hanya memengaruhi pereknomian Sulawesi Utara, tapi juga perekonomian nasional.

Di tahun 2017, kunjungan wisatawan mancanegara terus melonjak. Selama periode 1 Juli 2016-20 Juli 2017 ini, tercatat sudah ada 47.794 wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Sulawesi Utara.

Ditambah pada periode Juni-Juli ada 19 penerbangan dari beberapa kota di Tiongkok, seperti Changsa, Guangzhou, Wuhan, Sanghai, Shenzen, Chongqing, Chengdu, dan Kunming. Di tahun ini, kunjungan wisman Tiongkok ke Sulawesi Utara meningkat signifikan sebanyak 63.076 orang.

Secara keseluruhan, turis mancanegara yang berkunjung ke daerah ini sebanyak 92.729 orang.

Laju Pertumbuhan Tertinggi

Di tahun 2018, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menorehkan sejarah luar biasa di sektor pariwisata. Di tahun ini, kunjungan wisatawan mancanegara menembus angka 100 ribu.

Dari data yang dilansir Dinas Pariwisata Sulawei Utara, kunjungan wisawatan luar negeri berjumlah 139.857 orang. Jumlah itu didominasi oleh turis Tiongkok sebanyak 107.075 orang.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, kunjungan wisatawan China di Sulawesi Utara hingga pertengahan 2018, telah mencatatkan prestasi gemilang.

Dari data Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (Compound Annual Growth Rate atau CAGR), laju pertumbuhan majemuk Sulawesi Utara menduduki peringkat pertama di Indonesia.

Prosentasenya mencapai 66 persen dengan sokongan terbesar dari sektor pariwisata. Laju pertumbuhan ini mengalahkan provinsi Nusa Tenggara Barat (20 persen), Yogyakarta (17 persen) dan Bali (1), yang masing-masing berada di nomor urut dua, tiga dan empat.

Sulawesi Utara, The Rising Star

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meraih prestasi luar biasa di bidang pariwisata setelah berhasil mendatang wisatawan mancanegara ke daerah ini.

Tidak hanya karena di tahun 2018, jumlah turis luar negeri mencapai 139.857 orang dan di tahun 2019 meningkat menjadi 116.150 orang.

Tapi konsistensi kunjungan wisatawan luar negeri terliha dalam tiga tahun terakhir, mulai 2016 hingga 2018. Pada tahun 2016, jumlah turis mancanegara mencapai 50.888 orang dan tahun 2017 berjumlah 92.729 orang.

Atas prestasi ini, Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2019 dinobatkan sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisata yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pariwisata Sulawesi Utara memiliki pertumbuhan tertinggi. Dalam 4 tahun terakhir, pertumbuhan sektor pariwisata tercatat sebesar 6 kali lipat atau 600% sehingga layak mendapat penghargaan sebagai The Rising Star.

Dalam 4 tahun kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut meningkat 6 kali lipat. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta. Berarti terjadi kenaikan sebanyak 200 persen.

Sementara itu, di tahun 2019, Sulawesi Utara kini memiliki tiga gelaran unggulan yang masuk dalam 100 Wonderful Event 2019.

Kemenpar memasukan 3 event yakni Festival Pesona Bunaken, Tomohon International Flower Festival, dan Festival Pesona Selat Lembeh dalam kalender nasional. Di tahun ini juga Sulawesi Utara akan mengelar 14 event unggulan di 15 kota dan kabupaten.

Festival Pesona Bunaken akan berlangsung di Manado pada 26-29 Juli 2019. Festival ini merupakan bentuk upaya melestarikan sumber daya alam bawah laut dan seni budaya di Pulau Bunaken.

Sementara itu event Tomohon International Flower Festival akan berlangsung di Kota Tomohon pada 7-12 Agustus 2019. Event tahunan ini menampilkan kendaraan hias yang didekorasi menggunakan bunga khas Kota Tomohon dan daerah lainnya dalam berbagai bentuk dan variasi sesuai karakteristik masing-masing peserta.

Adapun, event Festival Pesona Selat Lembeh akan berlangsung di Satkamla, Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, pada 6-10 Oktober 2019. Acara festival budaya ini dimeriahkan sailing pass; lomba kapal hias, festival kuliner, pentas seni dan budaya.

Rute Penerbangan Internasional Bertambah

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara yang terus mengalami lonjakan sejak tahun 2016 hingga tahun 2019, secara otomatis berdampak pada bertambahnya rute penerbangan internasional.

Sejak 2016, maskapai Lion Air melayani carter penerbangan dari 7 kota di China ke Manado. Kota-kota tersebut yakni Tianjin, Naning, Sanghai, Guangzhou, Xian, Fuzhou dan Changsa.

Di tahun 2020, rute penerbangan charter dari Cina ke Manado bertambah. Maskapai Citilink secara resmi kembali membuka rute penerbangan charter baru yakni rute Guiyang (KWE) – Manado (MDC).

Maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 5921 menggunakan pesawat Airbus a320 telah mendarat di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Kamis, 1 Januari setelah melalui perjalanan udara selama kurang lebih 5 jam dari Bandara Internasional Guiyang Longdongbao yang berada di Provinsi Guizhou, Cina dengan membawa 98 penumpang.

Kemudian disusul dengan Lion Air yang mengoperasikan kembali rute Manado (MDC) – Hangzhou (HGH) pada Sabtu, 18 Januari 2020. Rute ini akan melayani penerbangan 3 kali dalam seminggu.

Berdasarkan data Imigrasi TPI I Manado, sepanjang tahun 2019 tercatat sebanyak 116.144 turis Cina masuk ke Sulawesi Utara melalui Bandara Sam Ratulangi Manado atau meningkat 8,5% dibandingkan tahun 2018.

Sebelumnya, pada tahun 2019 telah dilakukan pembukaan rute penerbangan baru Manado-Davao oleh Maskapai Garuda Indonesia.

Launching penerbangan perdana dilakukan pada tanggal 26 September 2019, oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Juliandra Nurtjahjo, Dirut City Link, anak perusahan Garuda Indonesia di Jakarta. 

Pada hari Kamis, tanggal 27 September 2109, Pesawat Garuda Indonesia take off di Bandara Samratulangi, Manado menuju Davao, Filipina.

Wagub Sulut Drs Steven Kandouw, Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, ikut menjajal penerbangan perdana. Dengan mengangkut 70 penumpang, pesawat terbang GA 6401 berangkat dari Manado ke Davao City pada pukul 10:30 Wita.

Setelah menempuh penerbangan selama satu jam dan 55 menit, pesawat akhirnya mendarat mulus di Bandara Internasional Francisco Bangoy Davao Filipina pada pukul 12.25 Wita.

Selanjutnya untuk penerbangan rutin, Garuda Indonesia akan menggunakan tipe pesawat ATR 726-6000. Jadwal penerbangan dua kali seminggu yakni Senin dan Jumat dengan kapasitas 70 penumpang.

Beroperasinya kembali rute Manado-Davao dapat menunjang pengembangan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan maupun kegiatan pariwisata di wilayah regional antara Davao sebagai salah satu pusat bisnis di selatan Filipina dengan berbagai wilayah di Sulut.

Bahkan penerbangan ini menjadi momentum penting bagi kedua negara khususnya dalam memperkuat sektor perdagangan dan investasi, serta perluasan akses konektivitas udara antara Indonesia dan Filipina. Selama ini pintu masuk di Indonesia dari Filipina hanya Jakarta dan Bali.

Tingkat Penghunian Kamar Meningkat

Kunjungan wisatawan mancanegara maupaun wisatawan domestik yang dari tahun ke tahun melonjak tinggi, berdampak positif bagi sektor lainnya. Sebut saja sektor perhotelan, restoran, transportasi, makanan dan minuman serta sektor industri kerajinan. Perkembangan sektor pariwisata akan berpengaruh ganda terhadap kegiatan ekonomi lainnya.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisman dibarengi dengan meningkatnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Dari data yang dipublikasikan BPS Sulawesi Utara, pada tahun 2018, TPK hotel bintang meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 61,24 persen manjadi 66,81 persen.

Wisatawan yang berkunjung di Sulawesi Utara umumnya melakukan perjalanan singkat, yang dapat dilihat dari lamanya mereka menginap di hotel. Rata-rata lama menginap wisman sekitar dua hari di tahun 2018.

TPK ini terus meningkat di tahun 2019. Pada bulan Januari 2019, TPK sebesar 68,56% meningkat 2,40 poin atau 3,63% jika dibandingkan dengan Desember 2018. Secara year on year meningkat sebesar 8,32 poin atau sebesar 13,81% dibandingkan dengan TPK pada Januari 2018.

Menurut klasifikasi bintang, TPK hotel bintang dua pada bulan lalu mencapai 93,05% dan merupakan TPK tertinggi. Sedangkan TPK hotel bintang empat sebesar 72,20%, diikuti hotel bintang tiga sebesar 66,56%, hotel bintang satu sebesar 56,61%, dan hotel bintang lima sebesar 37,08%.

Sementara rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) asing di hotel berbintang bulan Januari 2019 mencapai 4,27 hari atau meningkat 0,98 poin dibanding bulan Desember 2018 sebesar 3,29 hari. Untuk RLMT Indonesia pada Januari 2019 mencapai 2,59 hari meningkat 0,89 poin dibanding Desember 2018, yaitu sebesar 1,70 hari. Secara keseluruhan RLMT pada Januari 2019 sebesar 2,83 hari meningkat 0,94 poin jika dibandingkan dengan Desember 2018 yang mencapai 1,89 hari. (CHRIS / ADVETORIAL)