Fraksi PDIP DPRD Bitung, Alihkan Anggaran Reses Untuk Cegah Corona

TopikSulut,Bitung- Langkah bijak diambil Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bitung, dengan mengusulkan penangguhan kegiatan reses anggota DPRD Bitung dengan dan mengalokasikan anggarannya untuk pencegahan covid-19.

Ketua Fraksi PDIP DPRD kota Bitung, Geraldi Mantiri, SE

“Kami memikirkan situasi yang berlangsung sekarang ini. Ada seruan social distancing jadi kegiatan mengumpulkan orang tidak tepat,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bitung, Geraldi Mantiri, Selasa (24/03) kemarin.

Kegiatan reses kata dia, sudah pasti akan mengumpulkan banyak orang dalam satu lokasi. Anggota Dewan diwajibkan bertemu konstituen masing-masing untuk menyerap aspirasi. “Paling sedikit ada 250 orang yang akan hadir. Itu belum termasuk dengan staf yang membantu kegiatan reses. Jadi dengan sendirinya agenda itu sangat bertentangan dengan social distancing,” bebernya.

Tak cuma penangguhan agenda reses, Geraldi pun mengusulkan realokasi anggaran kegiatan tersebut. Ia menyarankan anggaran yang sudah tertata digeser untuk penanganan covid-19. “Jadi sebagai gantinya anggaran untuk reses dialihkan untuk kegiatan yang mendesak. Misalnya untuk pengadaan masker, hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan. Bahkan kalau perlu kita adakan bilik sterilisasi seperti di Surabaya. Untuk sekarang ini itu lebih mendesak ketimbang kita turun melaksanakan reses,” tuturnya.

Ketua DPP GAMKI ini pun menjelaskan ikhwal munculnya usulan tersebut. Dikatakannya, usulan itu datang dari kepedulian partai dalam mencermati kondisi terkini di masyarakat. “Jadi ini atas arahan pimpinan partai. Dan kami di fraksi otomatis harus menjalankan arahan tersebut. Makanya begitu turun kami langsung membahas di fraksi untuk menyampaikan usulan ini,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Bitung yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan, Aldo Nova Ratungalo, mengapresiasi usulan tersebut. Ia pun berharap fraksi yang lain menyetujui pemikiran itu. “Saya pikir ini sangat tepat. Ini saatnya kita anggota Dewan berempati dengan kondisi di masyarakat,” katanya. Meski demikian, Aldo berharap usulan ini jangan disalahartikan. Publik jangan membaca hal itu sebagai keengganan wakil rakyat menyerap aspirasi.

“Harus dipahami bahwa ini menyesuaikan dengan keadaan. Kegiatan reses akan berlangsung antara akhir Maret atau awal April nanti. Sementara di sisi lain Pak Gubernur sudah menetapkan siaga darurat covid-19 hingga 29 Mei. Jadi kalau reses tetap dilaksanakan itu artinya kita tidak mendukung kebijakan pemerintah. Itu sama saja kita mengabaikan social distancing yang berlaku secara nasional,” paparnya.

Berdasarkan data dirangkum, untuk sekali kegiatan reses anggota DPRD Bitung mendapatkan anggaran Rp8 juta per orang. Dengan begitu, jika seluruh wakil rakyat sepakat dengan usulan Fraksi PDI Perjuangan, maka lembaga tersebut akan menyisihkan Rp240 juta untuk membantu antisipasi covid-19.(hzq)