Pembatasan Aktifitas di Pasar, Mangala: Kerumunan Masyarakat Tentu Akan Kita Batasi

MINAHASA, topiksulut.com – Tim Gugus tugas penanggulanggan covid-19 yang diketuai Asisten Pemerintahan dan Kesra DR. Denny Mangala, MSi, bersama Asisten Perkonomian dan Pembangunan Ir. Wenny Talumewo, Kasatpol PP Meidy Rengkuan, SH, MAP dibantu aparat TNI-POLRI dan personil Satpol-PP mulai melakukan pemantauan di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Minahasa.

Pembatasan aktifitas jual beli di seluruh pasar tradisional di wilayah Minahasa telah diberlakukan pemerintah mulai Selasa (24/3/2020). Keputusan ini tertuang melalui surat edaran nomor 265/BM-111-2020 tentang jadwal operasional pasar di Minahasa.

Kebijakan itu dibuat pemerintah sebagai bagian dari upaya penanganan penyebaran virus baru yang saat ini dikenal dengan nama coronavirus disease 2019 (covid-19).

Masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya menaati himbauan-himbauan yang telah disampaikan pemerintah kabupaten Minahasa.

“Kami terus menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi himbauan tentang Sosial Distancing, sebab ini untuk kepentingan seluruh rakyat Minahasa, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Denny Mangala ketika turun langsung ke pasar. (24/3).

“Untuk ritel pasar swalayan modern seperti Indomaret dan Alfamart serta sejumlah toko milik masyarakat yang memenuhi syarat, pemerintah memberikan rekomendasi tetap dibuka agar dapat melayani masyarakat berbelanja terutama kebutuhan bahan pokok dapat terpenuhi, Namun jumlah pembeli tetap dibatasi,” tambah Mangala.

Sedangkan untuk toko yang mendapatkan rekomendasi kata Mangala, tetap dibuka. “Pemerintah akan melakukan evaluasi setiap hari. Kalau didapati adanya kerumunan-kerumunan masyarakat, tentu akan kita batasi lagi,” pungkasnya.(kim)