Tidak Dilakukan Dibatas Kota, Pemeriksaan Kesehatan Dinilai Kurang Efektif

TopikSulut,Bitung- Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pemerintah kota Bitung, terhadap setiap orang yang akan masuk ke kota ini yang mulai Rabu, (8/4) dilakukan 1×24 jam, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai netizen kurang efektif.

Walikota Max Lomban saat meninjau pemeriksaan kesehatan di pintu KEK, Rabu (8/4).

Salah satu netizen, Santy Luntungan dalam akun facebooknya mempertanyakan pemeriksaan tidak dilakukan dibatas kota Bitung, yakni Sagerat. “qpa nda ba priksa pas di batas kang?? pindah jo dang ni tugu perbatasan..corona nda maso bitung mar boleh mo tasinggah di sagerat,” tulis Santy yang juga mantan ketua DPRD Bitung periode 2009-2014 ini.

Senada juga dikatakan warga Tanjung Merah, Fhyna Kalangie dan Meykel Lompoliu, warga Manembo-nembo. Menurut mereka, seharusnya pemeriksaan kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 tersebut dilakukan di batas kota, bukan di pintu KEK.

“Orang dari Manado dari Sagerat bisa langsung belok kanan ke arah Tanjung Merah atau belok kiri ke arah Sagerat Weru 1 dan langsung masuk Bitung, tanpa pemeriksaan kesehatan,” kata Lompoliu dan Kalangi.

Menurut Lompoliu, seharusnya pemkot dalam hal ini Walikota dalam mengambil kebijakan harus melihat efektifitasnya. “Pemeriksaan ini sangat baik, tapi sepertinya kurang efektif. Coba kalau di batas kota Sagerat, itu baru baik,” tandasnya.

Pantauan dilapangan, pintu masuk Bitung dari Sagerat menuju Tanjung Merah dan menuju Sagerat Weru 1, tidak terlihat ada petugas jaga yang mengharuskan semua kendaraan wajib lewat depan pintu KEK untuk dilakukan pemeriksaan. (hzq)