Rumawung Minta Pemkot Bitung Buka Semua Akses Masuk, Kapolri Larang Blokade Jalan

TipikSulut,Bitung- Aktivis dan pemerhati pemerintahan dan kemasyarakatan, dr Sun Rumawung meminta kepada pemkot Bitung untuk membuka semua akses masuk kota Bitung, karena hal itu menyusahkan masyarakat.

dr Sun Rumawung

Pemeriksaan tim medis menurutnya tidak hanya di pintu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kepada Walikota Bitung, terkait dengan penutupan jalan yang dilakukan, saya mengusulkan agar itu dibuka kembali. Tim Satgas/Dinkes bisa ditempatkan di daerah2 perbatasan seperti Tanjung Merah, Karondoran dan Pinasungkulan. Jangan hanya terpusat dilokasi KEK saja,” kata Rumawung.

Lanjut dikatakannya, satgas covid atau tenaga medis, bisa melakukan pemeriksaan dilokasi-lokasi perbatasan tersebut tanpa harus menutup akses masuk ke kota Bitung. Jangan sampai masyarakat dipersulit dan menjadi susah terkait dengan kebijakan ini,” tegasnya.

Pemkot menurutnya harus lakukan prosedur pemeriksaan sama dengan yang di KEK, dimana yang sehat disilahkan masuk. Anehnya, masyakat disuruh memutar jauh hanya karena harus diperiksa di KEK. Pemerintah dong yang musti permudah dengann menambah pos pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Sekkot Bitung, Dr Audy Pangemanan, MSi mengatakan, pemkot Bitung tidak menutup jalan, tapi yang dilakan adalah pemeriksaan kesehatan, sambil berkoordinasi dengan TNI dan Polri. “Ini nantinya akan dievaluasi. Akses keluar masuk Bitung masi boleh dan Pemkot tidak memblokade jalan. Kalau blokade itu ditutup semua, ” kata Pangemanan.

Sementara itu, pantauan di perbatasan Bitung-Minut di kelurahan Tanjung Merah, jalan ditutup total, hingga akses keluar masuk Bitung hampir tak bisa dilakukan.

Disisi lain, Kapolri Jenderal Idham Aziz lewat telegramnya nomor ST/1148/IV/OPS.2/2020 tertanggal 9 April 2020 itu, seperti dilansir dari Jawapost.com menyebutkan, “Menjamin tidak ada blokade/pemblokiran jalan oleh pihak manapun di area/tempat/jalan di wilayah masing-masing yang mengakibatkan terhambatnya distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya,” tulis Idham dalam telegram tersebut. (hzq)