Kasus Dugaan Korupsi di DKP Bitung Segera Ke Pengadilan

TopikSulut,Bitung- Kasus dugaan korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bitung, terua diseriuai Kejari Bitung, yang berkomitmen menuntaskannya.

Kasie Intel Kejari Bitung, Budi Kristiarso, SH.

Pandemi covid-19 yang tengah berlangsung tak menghalangi proses penegakan hukum. Hal ini dikatakan Kepala Seksi Intelijen Kejari Bitung, Budi Kristiarso, Selasa (19/05). Ia menyampaikan itu saat ditanya penanganan kasus korupsi Dana Tugas Pembantuan di Pemkot Bitung, dalam hal ini di Dinas Kelautan dan Perikanan atau DKP.

“Tetap jalan, malah sudah hampir rampung,” ucapnya melalui layanan WhatsApp Messenger.
Budi mengungkap jika kasus itu sudah dinyatakan P21 atau proses penyidikannya telah lengkap. Dengan begitu, dalam waktu dekat ini akan masuk ke tangan penuntut umum.
“Karena penyidiknya kita jadi pelimpahannya di internal kita. Kan yang jadi penuntut umumnya jaksa. Pokoknya dalam waktu sudah masuk ke penuntut umum dan dakwaannya segera disusun,” terangnya.
Meski demikian, ia mengakui tiga tersangka dalam kasus ini belum menjalani penahanan. Penyidik punya pertimbangan sendiri sehingga mereka masih bisa menghirup udara segar.
“Yang jelas ada waktunya,” ucapnya tanpa membeber alasan belum melakukan penahanan.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, tiga tersangka dalam kasus ini terdiri dari perempuan LM alias Liesje, perempuan FM alias Ferin, dan lelaki FP alias Frans. Ketiganya memiliki kapasitas berbeda saat kasus terjadi. Liesje merupakan Kepala DKP Pemkot Bitung pada waktu itu, sedangkan Ferin tercatat sebagai dan bawahannya. Adapun tersangka Frans sebagai pihak rekanan yang jadi mitra DKP Pemkot Bitung.

Terkait penanganan kasus ini, salah satu pegiat LSM di Bitung, Sany Kakauhe, memberikan dukungan terhadap kinerja Korps Adhyaksa. Ia mendorong Kejari Bitung menuntaskan kasus itu dan mengungkapnya dengan terang-benderan.

“Harus sampai ke pengadilan. Apresiasi bagi. Kejari yang serius menangani kasus dugaan korupsi di Bitung,” tutur Sany.

Sekedar mengingatkan, kasus dugaan korupsi ini terjadi selang tahun 2015 hingga 2016 lalu. (hf)