LSM Kibar pertanyakan Proses Hukum Alat Incenerator di Manado, Kasat Reskrim : DLH Manado Tidak Kooperatif.

TopikSulut.com,Manado – Alat Incinerator yang merupakan Salah satu Solusi yang diambil oleh Pemerintah Kota Manado untuk mengatasi sampah di Kota Manado berujung ke proses hukum.

Dari awal proses pengadaan alat pembakar sampah ini terus bermasalah hingga mendapat sorotan warga serta Anggota DPRD Kota Manado, hinga berujung ke proses hukum dan dilaporkan ke Polresta Manado.

Ketua DPO LSM Kibar Provinsi Sulawesi Utara Jaino Maliki mempertanyakan tahapan proses hukum kasus Incenerator yang berbandrol 9,8 M itu karena terkesan berjalan lambat.

“Penegak hukum dalam hal ini Polresta Manado harus memberikan pernyataan sudah sejauh penyelidikan kasus ini atau kendalanya dimana hingga proses hukumnya terkesan berjalan lambat,”ujar Maliki seraya menambahkan agar penegak hukum harus menindaklanjuti semua aduan masyarakat agar Citra Polri bisa lebih baik di mata masyarakat.

Menanggapi akan hal ini Kepala Satuan Reskrim Polresta Manado AKP.Tommy Aruan mengatakan proses hukum atas laporan terkait Alat Incinerator oleh Dinas Lingkungan hidup terus berjalan dan sudah pada tahap permintaan dokumen, namun hingga saat ini tidak diindahkan pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan hidup Kota Manado.

“Laporan tersebut sudah dalam tahap permintaan dokumen, tapi Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado sampai saat ini tidak kooperatif dan kita akan koordinasi dengan inspektorat dan BPKP,”tegas Aruan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Treisje Mokalu saat diminta tanggapan terkait masalah ini lewat Whatsapp enggan menanggapi dan terkesan menghindar.

Sekedar diketahui Pengadaan Alat Incenerator oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado ini sudah bermasalah dari awal, mulai dari Proyek berbandrol miliaran rupiah tersebut yang diduga hanya dilakukan dengan proses penunjukan langsung, dugaan terdapat motif kurang baik pada penetapan harga perkiraan sendiri (HPS) serta aksi protes warga karena alat incinerator tersebut dipasang di tempat umum atau di pemukiman masyarakat. (RFL)