Pantai Pal dan Pulisan Dibuka Untuk Umum Akhir Pekan Ini

TopikSulut.com,Minut- Objek wisata bahari yang banyak digemari oleh masyarakat Sulut di Kecamatan Likupang Timur (Liktim) seperti Pantai Pal di Desa Marinsow dan Pantai Pulisan, sejak bulan Maret lalu sudah ditutup akibat imbas dari Pandemi Covid-19.

Namun karena sudah masuk ke masa era baru, maka kedua objek wisata bahari ini akan segera dibuka kembali pada akhir pekan ini atau Sabtu 15 Agustus 2020. Namun pembukaan tempat wisata ini termasih terjadi pro kontra antara masyarakat desa.

Seperti di Desa Pulisan dimana sebagian besar masyarakat sudah sangat menginginkan Pantai Pulisan dibuka pada akhir pekan ini agar bisa mendongkrak perekonomian desa.

Namun disatu sisi, warga lainnya masih ingin agar wisata tersebut ditunda dulu pembukaan karena di khawatirkan pengunjung bisa menularkan Covid-19.

“Oleh karena itu, kami masih akan rapatkan dulu dengan masyarakat, apakah Pantai Pulisan ini bisa dibuka atau tidak pada Sabtu mendatang,” ujar Penjabat Kumtua Desa Pulisan, Sjainet Markus saat didampingi Ketua BPD Pulisan, Marthen Sadedo kepada wartawan, Rabu 12 Agustus 2020.

Berbeda dengan pembukaan Pantai Pal di Desa Marinsow. Oleh pemerintah desa sudah sepakat untuk membuka pada akhir pekan ini. Namun dalam pengoperasiannya akan mengikuti protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19.

“Kami akan berlakukan protokol kesehatan kepada pengunjung yang akan masuk sesuai instruksi pemerintah,” ujar Kumtua Desa Marinsow, Gabriel Tamasengge.

Tamasengge menambahkan, pemerintah desa telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana dalam menjalankan protokol kesehatan. Bahkan jalan menuju lokasi wisata sudah dibersihkan oleh masyarakat dan pemerintah desa.

Di waktu yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Minut Audi Sambul saat berdiskusi soal pantai Pal dengan pemerintah desa Marinsow mengatakan, kedua objek wisata tersebut sudah bisa dibuka sepanjang masih mengikuti protokoler kesehatan.

Hanya saja, pembukaan wisata bahari itu harus ada komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat desa agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. “Intinya harus ikut protokol kesehatan. Pengunjung yang tidak pakai masker, dilarang masuk dan sebaiknya ada masyarakat yang menjual masker agar pengunjung bisa membeli kepada warga. Itu sangat membantu perekonomian daerah. Satpam pun perlu disiapkan untuk mengingatkan pengujung yang tidak pakai masker di lokasi wisata,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, dihasilkan kesepakatan agar menerapkan protokol kesehatan dalam objek wisata. Itu berupa pemakaian masker, pengunjung harus mencuci tangan sebelum masuk, jaga jarak, pengukuran suhu tubuh serta pengunjung dibatasi hanya 50% dari total kapasitas objek wisata. (Tim)