Mantan Ketua DPD II PG Sekaligus Pendiri Kota Tomohon Sebut JGE-VB Minim Pengalaman

TOMOHON, topiksulut.com – Keputusan Partai Golkar mengusung pasangan calon Jilly Gabriella Eman dan Virgie Baker (JGE-VB) di Pilwako serentak mendatang, bagi mantan Ketua DPD II Partai Golkar Tomohon Jefferson S.M.Rumajar hal itu mencederai rakyat di Kota Bunga Tomohon.

Menurut Epe sapaan akrab Rumajar dalam surat dari sukamiskin I tertanggal 30 Agustus 2020, dimana menurutnya terdapat sejumlah poin terkait keputusan politik golkar.

“Mengusung Jilly Virgie adalah kekeliruan dan merugikan Golkar sendiri”, sebut Rumajar.

Dikatakan pula, “Jilly Eman minim pengalaman, tidak mempunyai track record politik dan pemerintah, ini membuat pemerintah dan politik di Tomohon amburadul dan terkesan dipaksakan Jimmy Eman untuk melanjutkan dinasty politik kekeluargaan saja”, tulisnya.

Epe mengatakan, “Sebenarnya sah-sah saja asalkan diproses secara benar,  bukan seperti ini terlalu dipaksakan”,  tulis Walikota pilihan rakyat pertama di pilwako Tomohon 2005 silam.

Lanjut dikatakan, “Virgie juga tak memahami kondisi psikologis, kultur dan karakter masyarakat Tomohon, sebenarnya tidak masalah tidak tinggal di Tomohon, tapi setidaknya memahami betul, mengenal dan mengetahui karakteristik, budaya masyarakat Tomohon. Karena menjadi pemimpin di Kota Tomohon tidak semata-mata menangani pemerintahan saja ttapi bicara soal budaya itu jauh lebih penting untuk masyarakat,” ungkapnya.

Bukan hanya itu Epe mengungkapkan,” Menjadi Walikota dan Wakil Walikota  bukan semata menjadi pemerintah dan melaksanakan tugas sesuai aturan saja, tetapi jauh lebih penting dapat mendorong dan menggerakkan serta menghadirkan keadilan sosial untuk masyarakat Tomohon.

“Jangan masyarakat Tomohon tidak bisa menikmati kemajuan dan kemakmuran kotanya saat ini,” kata Epe.

Ketua Panitia Pembentukkan Kota Tomohon juga mengigatkan, ” di Tomohon Golkar ada dua kekuatan yakni struktural dan kultural, kekuatan kultural paling mayoritas, sedangkan mengandalkan kekuatan struktural tidaklah terlalu efektif”.

Sebab kata Epe, “Dalam Pilkada  kekuatan figur sangat menentukan, nah kesalahan Golkar juga dengan mengabaikan figur Syerly Adelyn Sompotan yang dalam survei memiliki elektabilitas paling tinggi dari semua calon ini merupakan bentuk penghianatan terhadap keinginan publik, keinginan rakyat,” kata Epe lagi.

Karena itu Rumajar menegaskan,”Saatnya saat ini rakyat membalas apa yang golkar lakukan, yang tidak jujur dalam proses penjaringan dan penetapan paslon sebuah pembohongan publik dan masyarakat Tomohon dilecehkan,” tegasnya.

Karenanya Epe juga menegaskan, “Untuk Pilwako Tomohon tidak memilih calon dari Partai Golkar untuk Pilwako Tomohon, karena untuk pemimpin Kota Tomohon tidak boleh asal-asalan sehingga saya (red,Epe) tidak merasa keliru kalau tidak memilih calon yang diusung dari Partai Golkar karena kita lebih cinta rakyat Tomohon,” tegasnya lagi. (kim)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *