KPU Manado Deadline 4 Calon Kepala Daerah Berstatus ASN dan Anggota DPRD

Manado – Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado, Sahrul Setiawan menyatakan, pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado yang belum melengkapi dokumen syarat calon diberikan waktu 5 hari setelah penetapan calon untuk melengkapinya.

Dikatakan Sahrul, beberapa dokumen syarat pribadi untuk masing-masing calon yang masih belum dipenuhi adalah tanda terima pengajuan pengunduran diri baik sebagai Anggota DPRD maupun sebagai ASN, dan surat keterangan atau pernyataan sedang di proses. Konsekuensi jika tidak menyelesaikan dokumen syarat tersebut menurut Sahrul adalah digugurkan dari pencalonan kepala daerah.

“Kalau tidak dilengkapi, Paslon tersebut tidak memenuhi syarat dan akan gugur,” kata Sahrul.Sahrul menjelaskan, seluruh dokumen syarat yang dimintakan tersebut, wajib untuk diserahkan lima hari setelah penetapan pasangan calon, tepatnya pada tanggal 28 September, mengingat KPU akan menetapkan pasangan calon pada 23 September 2020 mendatang.

“Untuk surat pengunduran diri selambatnya harus dimasukan pada 28 September, sementara untuk dokumen yang menyatakan jika yang bersangkutan sudah mundur dalam bentuk SK pemberhentian maksimal harus sudah dimasukan ke KPU, 30 hari sebelum pemilihan,” kata Sahrul kembali.

Sekadar diinformasikan, dari delapan orang calon kepala daerah baik Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (4 pasangan calon), ada tiga orang berstatus Anggota DPRD dan satu orang ASN. Andrei Angouw dan Richard Sualang merupakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Syarifuddin Saafa adalah Anggota DPRD Kota Manado, serta Prof Julyeta Runtuwene adalah seorang ASN dan baru saja melepas jabatan Rektor Universitas Negeri Manado.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *