Wagub : TPA Mamitarang Ramah Lingkungan

Tooiksulut.com, PEMERINTAHAN – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw meletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan TPA Regional Manado, Minahasa, Minahasa Utara dan Bitung (Mamitarang) di Desa Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (24/9/2020).

TPA regional tersebut akan menampung sampah dari Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw optimis pembangunan TPA Regional Mamitarang berjalan lancar karena didukung dengan perencanaan matang, koordinasi dan pengawasan optimal.

“Pokoknya saya yakin dan percaya tidak ada yang bisa diselesaikan tanpa koordinasi tak usah cemas. Yang terpenting komunikasi, koordinasi semua akan berjalan dengan lancar dan sukses. Mudah-mudahan semuanya sukses perencanaannya, sukses pelaksanaannya, sukses pengawasan, sukses pertanggungjawaban dan sukses operasional,” kata Kandouw.

Disamping itu, Kandouw juga mengimbau masyarakat agar tidak kuatir terhadap pembangunan TPA ini, karena dibangun dengan teknologi modern ramah lingkungan sehingga tak mencemarkan lingkungan sekitar TPA.

“Jadi masyarakat tidak usah takut bahwa anda juga nanti akan terlibat mendapatkan manfaat selain lingkungan yang bersih, pembersihan yang baik,” ungkap Kandouw.

Lebih lanjut, Wagub Kandouw mengajak semua stakeholder di kabupaten dan kota untuk terus mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan langkah kita hari ini mencerahkan masyarakat dan memberi kesejahteraan untuk kita semua,” tandasnya.

Sebagai informasi, TPA Regional Mamitarang seluas 30 hektar ini bagian dari sistem sanitasi perkotaan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan produksi sampah rumah tangga dari masyarakat.

Direncanakan TPA regional ini menampung 312.29 ton/hari yang dihasilkan oleh 572.526jiwa (143.131 KK).

Pembangunan TPA ini diawali pekerjaan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Daerah Provinsi Sulut dengan membangun jalan akses menuju TPA dengan biaya APBD Pemprov Sulut.

Selanjutnya dukungan dilakukan Kementerian PUPR mencakup pembangunan lahan urug (landfill), Intalasi Pengolahan Lindi seluas 8,7 Ha, dan kolam Instalasi Pengolahan Air Lindi yang terdiri dari unit Screen, Equalisasi, Anaerobik, Fakultatif, Maturasi, dan Wetland

Karenanya TPA Regional Mamitarang ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan, menyelamatkan air permukaan (sungai dan pantai), dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Groundbreaking TPA Regional Mamitarang turut dihadiri jajaran Forkopimda, Kementerian PUPR dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (CHRIS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *