Polsek Amurang Ungkap Prostitusi Online,Tiga Tersangka Di Tahan

Topiksulut.Com_Patut di apresiasi jajaran Poksek Amurang berhasil mengungkap prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur

Kasus ini bermula dari penyidikan yang panjang oleh Jajaran Polsek Amurang guna mencari sasaran yang tepat dan upaya itu berbuah hasil dengan ditemukan nya satu tersangka dan di ikuto oleh penangkapan tersangka lainnya(07/10/2020)

Terkait hal ini maka di adakan Press Conference yang dilaksanakan di Polsek Amurang dan dihadiri langsung oleh Kasat Reskrim AKP Rio Gumara, SIK; Kasubbag Humas Iptu Robby Tangkere, Kapolsek Amurang Iptu Wensy Saerang, SE; jurnalis media cetak / online Biro Minahasa Selatan

“Kasus trafficking dengan menggunakan aplikasi online media sosial; menawarkan, menyediakan perempuan dibawah umur untuk kegiatan prostitusi. TKPnya yakni di salah satu penginapan di Amurang. Awalnya telah diamankan seorang tersangka berinisial VB alias Vicky (24), kemudian dilakukan pengembangan dan diamankan lagi dua tersangka lainnya berinisial RT alias Riki (23) dan tersangka RS alias Rizal (26). Ketiganya warga Desa Ranoketang Tua, Kecamatan Amurang,” ungkap Kasubbag Humas Polres Minsel Iptu Robby Tangkere.

Selanjutnya dijelaskan Kapolsek Amurang Iptu Wensy Saerang, SE; bahwa dari hasil pemeriksaan diketahui para tersangka yang diamankan ini memiliki peran masing-masing dalam kegiatan prostitusi online.

“Tersangka RT ini berperan sebagai penjual wanita-wanita yang dijadikan PSK kepada para pelanggan, yang dipasarkan melalui sebuah aplikasi online. Sementara tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para wanita-wanita yang dijadikan PSK, juga berperan sebagai perekrut perempuan yang akan dijadikan PSK, sementara untuk tersangka VB mengeksekusi proses transaksi di lokasi yang telah ditentukan. Ketiga tersangka ini saling berkoordinasi dalam satu sindikat prostitusi online,” jelas Kapolsek Amurang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, SIK; mengungkapkan bahwa jajarannya masih terus melakukan upaya penyelidikan lanjutan terkait kemungkinan adanya tersangka lainnya.

“Kami masih terus melakukan upaya penyelidikan untuk mendalami kasus trafficking ini, terkait dengan adanya kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka,” ujar AKP Rio Gumara.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 1, 2 dan 10 UU No 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda 600 juta rupiah.(hemsi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *