Dikeluhkan Warga, Pabrik “Siluman” di Sukur Diduga Buang Limbah Sembarangan

Minut-Masalah pencemaran lingkungan terjadi di Kelurahan Sukur Kecamatan Airmadidi. Pasalnya, salah satu pabrik pembuatan kecap, saos tomat dan cuka ini diduga membuang limbah dengan sembarangan sehingga dikeluhkan warga sekitar.

Bahkan pabrik itu tidak memiliki papan nama perusahaan sehingga diduga perusahaaoon siluman.
Yanti salah satu warga sekitar pabrik membenarkan akan adanya dugaan pembuangan limbah di saluran air.

Menariknya, limbah ini dibuang pabrik disaat adanya hujan. Ini agar limbah tersebut bisa tercampur dengan air hujan.

“Sedangkan hanya gerimis, air yang mengalir di saluran air di depan rumah kami sangat banyak. Bahkan aroma busuk selalu tercium saat air limbah itu dibuang,” ujarnya kepada wartawan, Jumat 16 Oktober 2020.


Sementara itu, salah satu pemilik pabrik itu, William menegaskan jika itu bukan hasil pembuangan dari pabrikan mereka. Bahkan dirinya berkilah jika air mengalir dan berbau busuk tersebut berasal dari rumah makan yang ada di sekitar Zero Point.

“Kami tidak membuang limbah karena ada bak penampungan. Sebaiknya kalian tanya saja sama Lurah Sukur karena dia pernah datang kesini untuk mempertanyakan hal yang sama. Jadi biar Lurah Sukur yang jelaskan ke masyarakat,” singkatnya dibenarkan oleh salah satu security perusahaan itu, Supriyono.


Lurah Sukur, Denny Pieter membenarkan pernah mendatangi perusahaan itu guna mempertanyakan keluhan warga. Bahkan dirinya pun ikut mempertanyakan warna air yang diduga hasil pembuangan limbah.

“Saya sudah datang ke pabrik itu sesuai keluhan warga. Kemungkinan besar air itu dari pembuangan limbah karena warnanya kemerahan. Soalnya pabrik itu membuat saos tomat dan kecap dan itu butuh pembuktian lagi,” katanya


Disinggung soal nama perusahaan, Pieter pun belum bisa memastikan. Pasalnya beberapa waktu lalu, pemilik perusahaan itu saat mengurus administrasi di kantor kelurahan, hanya menggunakan nama pribadi. Diduga itu dilakukan untuk.menghindari pajak. “Sedangkan cap perusahaan yang saya minta lalu, dirinya hanya mengatakan tidak memiliki. Tapi nanti kita akan selidiki dengan instansi terkait soal ini,” tambahnya. (GB)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *