KPU-Bawaslu Manado Tunda Penetapan Pleno 

TOPIK SULUT.COM, MANADO – Rapat pleno terbuka Rekapitulasi Suara di Kecamatan terakhir (Malalayang), akhirnya ditunda oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado.

KPU Manado memilih untuk menunda Rapat Pleno Kamis (17/12) pagi ini, gara-gara perdebatan saksi dan PPK Malalayang.

Penundaan Penetapan Pleno, karena saran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Manado yang menemukan adanya ketidak-cocokan pengguna hak pilih yang menggunakan KTP pada pemilihan Gubernur dan Walikota.

Dikatakan Anggota Bawaslu Manado Kordiv. Humas dan Hubal Taufik Bilfaqih, bahwa pemilih yang menggunakan e-KTP harus disesuaikan mendapat dua surat suara pada Pilgub dan Pilwako.

Namun mengapa jumlahnya tidak sesuai? KPU harus menelusuri hal ini melalui PPK, di kecamatan manakah yang bermasalah, Baru akan kita sahkan bersama,” katanya dalam forum yang begitu larut.

Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Sunday Rompas membenarkan bahwa masih ada data rekap yang harus dibenahi oleh KPU.

“Di Kecamatan Tuminting juga masih terdapat selisih sekira 7 suara, dan itu akan kita bahas besok (17/12) sebelum Penetapan Hasil Rekapan Surat Suara,” bebernya.

Ketua KPU Manado Jusuf Wowor juga menguatkan alasan KPU dan Bawaslu menunda Pengesahan/Penetapan hasil rekapan, bahwa sesuai jadwal, tahapan ini akan berakhir 17 Desember.

“Selain jadwal yang telah diatur, yang akan kita persiapkan salah satunya berkas administrasi yang cukup banyak, untuk itu akan kita maksimalkan,” terangnya.

Wowor mengungkapkan, Rapat Pleno akan dilanjutkan pukul (09.00) pagi sampai proses Pengesahan dan Penetapan, setelah itu pihaknya akan langsung melanjutkan Pleno ke (KPU Sulut) tingkat Provinsi (TS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *