Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19, Berikut Beberapa Syarat Penerima Vaksin dan Tidak

TOMOHON, topiksulut.com – Pemerintah pusat belum lama ini mencanangkan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi masyarakat republik Indonesia.

Namun penyuntikan vaksin Covid-19 untuk calon penerima vaksin harus memenuhi beberapa kriteria.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon Deesdje Liuw, calon penerima vaksin terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi dan screening atau penyaringan.

“Ini sangat penting dilakukan sebelum dilakukan vaksin guna memberikan pemahaman dan penyaringan calon penerima vaksin,” kata Liuw saat ditemui di ruang kerjanya. Senin, (11/1) 2020.

Liuw pun membeberkan syarat-syarat calon penerima vaksin.

Berikut beberapa syarat penerima vaksin dan tidak.
=Yang tidak boleh divaksin=
– Pinyintas Covid-19.
– Sedang sakit ringan/Sedang/Berat terutama infeksi dan atau demam.
– Wanita hamil/menyusui/ berencana hamil selama jadwal vaksinasi.
– Riwayat alergi berat terhadap vaksin/ komposisi vaksin (kemerahan, sesak nafas dan bengkak).
– Riwayat pembekuan darah yang tidak terkontrol/kelainan darah.
– Penyakit kronis/penyerta tertentu
– Riwayat penyakit gangguan sistem imun.
– Riwayat penyakit epilepsi/ayan /ganguan saraf lain.
– Mendapat imunisasi apapun dalam 1 bulan terakhir atau akan menerima dalam 1 bulan kedepan.
– Berencana pindah domisili sebelum jadwal imunisasi selesai.

(Penyakit Komorbid yang belum boleh divaksin)
– Penyakit Autoimun
– Penyakit ginjal kronis termasuk sindroma nefrotik.
– Penyakit hipertensi (menunggu uji klinis Bandung).
– Gagal jantung penyakit jantung koroner.
– Penyakit saluran cerna.
– Penyakit kangker/kelainan darah.

=Yang boleh divaksin=
– Dewasa sehat usia 18-59 tahun.
– Menerima penjelasan dan menandatangani surat persetujuan.
– Bersedia mengikuti aturan dan jadwal imunisasi.

(Penyakit komorbid yang Boleh divaksin)
– Riwayat reaksi alergi berat (Anafilaksis) yang bukan karna vaksin Covid-19/ Komponennya.
– Riwayat alergi obat (kecuali antibiotik Neomisin, Polimiksin, Streptomisin, Gentamisin)
– Asma yang terkontrol Bukan saat serangan akut.
– Riwayat alergi makanan.
– Rhinitis alergi.
– Urtikaria Bukan karena vaksin Covid-19/ Komponennya.
– Dermatitis Atopi.
– Penderita HIV (dengan catatan evaluasi respon imun tergantung CD4).
– Pendonor darah (Nebas vaksin 4 minggu).
– Diabetes terkontrol (HbA1c <7.5%)
– Obesitas tanpa komorbid berat.
– Nodul/ Benjolan tiroit (bukan keganasan).
– Liver atau penyakit Hati.
– Kangker paru dalam terapi PPOK terkontrol penyakit pari Intertritial terkontrol.
– TBC dalam pengobatan.

PERHATIAN UNTUK PARA PENERIMA VAKSIN DENGAN GANGGUAN Psikosomatis.

Resiko terjadi respon stress terkait imunisasi pada sebelum, sesaat, atau setelah vaksin.
– Usia 10 – 19 tahun
– Riwayat pingsan (sinkop vasovagal).
– Pengalaman negatif terkait suntik.
– Ada riwayat kecemasan/ansietas.
– Diberikan informasi dan edukasi sebelum vaksin.
– Bila stress (ansietas/depresi) berat diobati dulu sebelum vaksin. (Kim)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *