Pagu Dandes 2021 Tak Berubah, Penerima BLT Ditetapkan Rp300 Ribu

TopikSulut, Minut- Pemerintah pusat telah menetapkan pagu atau anggaran untuk Dana Desa (Dandes) tahun 2021 di setiap desa di masing-masing kabupaten yang ada di Indonesia. Untuk Kabupaten Minut sendiri, pagu Dandes dari pemerintah pusat tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar kurang lebih Rp103 miliar. “Tahun 2020 kemarin, anggaran Dandes sebesar Rp104 miliar dan dikurangi sekitar Rp1 miliar untuk kebutuhan pandemi Covid-19 sehingga tinggal Rp103 miliar,” ujar Kepala Dinas Sosial dan PMD Minut, Alpret Pusungulaa kepada wartawan, Rabu 13 Januari 2021.
Pusungulaa saat didampingi Pelaksana Admin Siskeudes dan Admin Omspan Dinsos dan PMD Kabupaten Minut, Johny Toar mengatakan, pencairan ke 125 desa yang ada di 10 kecamatan di Kabupaten Minut, masih menunggu persetujuan Perda penetapan APBD dan Perbup Penjabaran APBD 2021. Dalam penyaluran ini, pemerintah memprioritaskan 3 hal penting untuk kesejahteraan masyarakat desa. “Semua tinggal dirapatkan lewat musyawarah desa agar penyaluran Dandes ini tepat sasaran tanpa melenceng dari 3 prioritas utama dari pemerintah pusat,” katanya.
Disinggung soal Bantuan Langsun Tunai (BLT) dari Dandes, Pusungulaa menegaskan jika itu sudah diatur oleh pemerintah pusat yakni setiap penerima menerima Rp300 ribu. Penerima pun harus mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Eosial (DTKS) yang dibuat oleh Kemensos. “Tinggal kebijakan pemerintaj desa untuk menyalurkan BLT tersebut agar tidak ada polemik atau kecemburuan sosial di masyarakat,” tambahnya.
Diketahui, oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) telah menetapkan 3 prioritas penggunaan Dandes di tahun 2021.
Pertama, mengupayakan pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa. Hal ini salah satunya diwujudkan melalui pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) serta BUMDesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama).
Kedua, dana desa difokuskan untuk program prioritas nasional sesuai kewenangan desa. Program ini diwujudkan dengan pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya, serta pengembangan teknologi informasi dan komunikasi). Lalu, pengembangan desa wisata, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa, dan desa inklusif.
Ketiga, dana desa difokuskan untuk program adaptasi kebiasaan baru, yakni dengan kewujudkan desa aman Covid-19.(glen)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *