Terkait Rp3,8 M di RSUD MWM, Sandra Mengaku Siap Diperiksa Kejari Minut

TopikSulut.com,Minut -Permasalahan akan pembangunan proyek fisik dan Alat Kesehatan (Alkes) berasal dari anggaran Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2020 sebesar Rp3,8 miliar di RSUD Maria Walanda Maramis (MWM), akan segera diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut dalam waktu dekat ini. Sebab proyek yang hanya dikerja sebulan tersebut, dinilai telah menyalahi aturan dan diduga ada penyalahgunaan dana. Pasalnya, proyek tersebut dilaksanakan pada bangunan yang sudah ada dengan anggaran yang cukup fantastis.


Menanggapi hal tersebut, Dirut RSUD Maria Walanda Maramis, dr Sandra Rotty mengaku siap diperiksa oleh Kejari jika hal tersebut diinginkan oleh lembaga hukum tersebut.

“Saya siap diperiksa Kejari dan mereka sudah akan memeriksa dokumen pekerjaan proyek tersebut. Bahkan BPK juga akan siap memeriksa proyek tersebut,” katanya kepada wartawan dalam kegiatan coffe morning di ruang rapat rumah sakit tersebut, Jumat 15 Januari 2021.


Dikatakan Sandra, pengerjaan Instalasi Bedah Sentral (IBS) untuk ruangan operasi pasien Covid-19 yang dilakukannya sudah baik dan tidak menyalahi aturan. Bahkan menurutnya, tendernya telah lewat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Bangunan ini sudah ada dan kita tinggal manfaatkan untuk ruangan ini. Ruangan operasi pasien Covid-19 memiliki fasilitas tekanan negatif dan helpa filter dimana baru RSUD Prof Kandouw Malalayang dan Minut yang memilikinya. Fungsinya nanti akan menyaring udara dalam ruangan dimana ketika keluar atau dibuang nanti sudah bersih tanpa virus,” jelas Sandra.


Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Minut, Dian Subdiana SH mengaku siap menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek miliaran yang ada di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

“Dalam waktu dekat ini nanti akan ada tim yang turun untuk memeriksa proyek tersebut, baik dari segi pembelanjaan dan sebagainya,” singkatnya.


Diketahui, penyediaan proyek fisik dan Alkes ini berasal dari DID tahun 2020 dimana anggaran Rp3,8 miliar dibagi menjadi beberapa kebutuhan RSUD diantaranya pengadaan lif sekitar Rp900 juta, proyek fisik Rp1,1 miliar dan sisanya Alkes senilai Rp1,8 miliar berupa diantaranya negatif ekspreser sebanyak 6 unit. (GB)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *