Diduga Ada Keganjilan Dalam Penggunaan Dandes 2020 Desa Darunu

Topiksulut.com,Minut-Penggunaan Dana Desa (Dandes) di Desa Darunu Kecamatan Wori sebesar Rp745 juta di tahun 2020, diduga ada kejanggalan dalam realisasinya. Hal tersebut terkuak setelah beredar informasi jika mantan Hukum Tua (Kumtua) Desa Darunu yakni Reflin Rumengan diduga melakukan pergeseran anggaran dan pengambilan uang dari Bada Usaha Milik Desa (Bumdes) tanpa adanya sepengetahuan perangkat desa lainnya dan BPD.


Contohnya untuk pembangunan jembatan dermaga sepanjang 117 meter yang menelan anggaran Rp181 juta, malah ditambah 3 meter sehingga menjadi 120 meter. Menariknya, Kumtua Reflin dalam penambahan volume jembatan, mengambil uang kurang lebih Rp45 juta dari Bumdes. Padahal, sesuai aturan, Dandes yang sudah diberikan ke Bumdes tidak bisa ditarik kembali. Bahkan, penarikan uang tersebut tidak diketahui oleh perangkat lainnya.

Demikian juga dengan pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau dikenal dengan sebutan PAMSIMAS sebesar Rp37 juta, malah digeser ke Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hal serupa juga terjadi pada sebagian dana Covid-19 sebesar Rp65 juta yang diduga telah dikorupsi oleh mantan Kumtua. Pasalnya, sesuai rencana anggaran akan dibelikan 6 tong air, namun yang terealisasi hanya 4 ton air saja.


Bahkan ada hal yang menarik lagi, karena semua anggaran tersebut dinilai menyalahi aturan, maka Kasie Pemerintahan Desa Darunu pun tidak menandatangani laporan pertanggungjawabannya. Anehnya, laporan tersebut sudah ditandatangani, namun oleh orang lain. “Sesuai laporan perangkat desa saya, semua itu memang benar,” ujar Kumtua Desa Darunu, Ditson Zala kepada wartawan, Rabu 7 April 2020.


Zala yang baru menjabat Kumtua pada bulan Januari 2020 lalu, mengaku jika persoalan ini sudah diketahuinya. Hanya saja, oleh mantan Kumtua mengatakan jika semua penggunaan Dandes 2020 telah sesuai dengan peruntukkannya. “Menurut mantan Kumtua semua sudah dibuatkan laporan pertanggungjawaban dan telah diperiksa oleh Inspektorat Minut,” tambahnya.

Sayangnya, mantan kumtua Reflin Rumengan yang saat ini bertugas di kantor Kecamatan Wori, saat dihubungi tidak berada di tempat. Oleh sejumlah pegawai mengatakan dirinya tidak masuk kerja.gebe)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *