Optimalkan Pelayan Publik, UPTB Minut Semakin Genjot Samsat Keliling Bagi Wajib Pajak

Topiksulut.com, POLITIK / PEMERINTAHAN –¬†Optimalkan pelayan publik di sektor wajib pajak (WP), Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Sulawesi Utara terus lakukan terobosan baru, seperti halnya yang dilakukan UPTB Kabupaten Minahasa Utara pimpinan Satyagraha Saruan, yang merupakan salah satu UPTB dalam naungan BP2RD Sulut yang terus melahirkan inovasi terbaru.

Hal ini terungkap ketika tim Topiksulut.com menyambangi kantor UPTB Minut. Kepala UPTB Minut Satyagraha Saruan kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih terus mengoptimalisasi karya buah tangan Kepala BP2RD Sulut Olvie Atteng SE. M.Si, yaitu Samsat Keliling yang saat ini sudah beroperasi di beberapa Kabupaten/kota di Sulut. Misalnya Kabupaten Minut, yang sejak April lalu telah mengoperasikan Samsat Keliling yang bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan Jasa Raharja.

Adapun saat ini UTPB Minut telah melakukan penjadwalan untuk pengoperasian samsat keliling di 10 titik utama di Kabupaten Minut, seperti Kecamatan Kauditan, Kalawat, Wori, Kalawatan, Likupang Timur, Likupang Barat, Airmadidi, Likupang Selatan, Dimembe, dan Kema, dengan jadwal pelayanan dua minggu keliling di sepuluh kecamatan.

Menurut Saruan yang saat itu didampingi oleh Kepala Tata Usaha (KTU) UPTB Minut Charles Taju S.STP, semenjak dijalankannya program samsat keliling tersebut, pembayaran pajak oleh para WP mulai meningkat secara perlahan.

“Sampai saat ini sudah mulai ada peningkatan, hal ini bisa terlihat dengan jumlah antrian di loket pembayaran kantor UPTB yang semakin sedikit”, jelas Saruan sembari mengatakan bahwa memang fungsi utama samsat keliling ini yaitu untuk menjangkau para WP yang berada di daerah teritorialnya namun berjarak jauh dari kantor pelayanan UPTB.

“Fungsi utamanya kan memnag untuk menjangkau masyarakat WP yang berada jauh dari lokasi kantor UPTB, jadi samsat keliling ini bisa mewujudkan pelayan publik yang lebih efisien lagi dengan mendatangi titik-titik tertentu yang bisa dijangakau para WP, semua ini tujuannya untuk meningkatkan pelayanan publik saja, agar masyarakat benar-benar merasa nyaman dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor mereka, baik roda empat maupun roda 2”, tambahnya melengkapi.

Hal tersebut juga diiyakan oleh KTU UPTB Minut Charles Taju S.STP, dengan mengatakan bahwa dengan adanya samsat keliling ini, banyak hal yang bisa diefisiensikan, seperti waktu, jarak, dan biaya trasportasi.

“Dengan adanya Samsat Keliling ini, ada beberapa hal yang bisa diambil positifnya, seperti penghematan waktu, jika biasanya dikantor ini waktu yang dibutuhkan untuk satu berkas pembayaran pajak kendaraan memakan sampai 30 menit, samsat keliling hanya memakan waktu 5-10 menit saja perberkasnya, untuk jarak, masyarakat tidak perlu khawatir lagi, sebab dengan adanya rolling kendaraan samsat keliling di setiap kecamatan di Minut, masyarakat tidak perlu memperhitungkan jarak lagi untuk pembayaran pajak kendaraan, sedangkan untuk biaya tradportasi bisa semakin ditekan dengan jarak pembayaran yang sudah semakin menjangkau masyarakat pelosok, untuk itulah kami sebut Samsat Keliling sebagai inovasi terbaru besutan BP2RD yang bertujuan pengotimalisasi pelayanan publik”, jelas Taju.

Adapun dari data yang berhasil dirangkum media ini, jumlah kendaran wajib pajak (WP) di Kabupaten Minahasa Utara mencapai angka kurang lebih enam puluh dua ribu kendaran WP, yang didominasi kendaran roda dua, yang mencapai 70% atau sekitar empat puluh empat ribu kendaraan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan yang menunggak pajak baik roda empat maupun roda dua mencapai 30% penunggak dari enam puluh dua ribu WP. (Chris)