Aksi Pentil Ban Kendaraan Diambil, Hanafi Saleh Angkat Bicara

Manado217 Dilihat

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk melakukan penertiban lalu lintas lewat Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Manado terus digalakan. Bahkan, demi mengurangi kemacetan di area rawan macet, dilakukan pengembosan ban kendaraan baik roda empat dan roda dua.

Ini tanda awas bagi pemilik kendaraan agar tidak parkir mobil sembarang tempat. Peraturan Wali Kota (Perwako) Manado nomor 4 tahun 2018, tentang Penataan dan Penindakan Parkir di Kota Manado. Pun untuk itu diperkuat juga dengan Undang-Undang Undang-Undang (UU) No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan .

Namun demikian, langkah tersebut disesalkan para pemilik kendaraan. Pasalnya pengembosan diikuti pengambilan pentil ban mobil.

Baca juga:  Pricillia Tangel kans Ketua Pemuda Sinode GMIM

Seperti yang dialami salah satu pengacara senior Hanafi Saleh SH MH, pentil ban kendaraan roda empat miliknya, dicabut saat mobilnya diparkir di belakang PN Manado bilangan Boulevard, Selasa (6/2/2018) siang.

“Pada prinsipnya saya tunjang perda untuk melakukan penertiban hal hal seperti ini. Tapi dalam mengambil barang orang seperti pentil itu, kan kategori pencurian tanpa pemberitahuan terlebih dulu kepada pemiliknya. Kan pencurian,” tutur Hanafi saat diwawancarai sejumlah awak media di kantor PN Manado.

Lanjut dikatakan Hanafi, Perda yang diterapkan harus dilihat apa bertentangan dengan Undang-Undang yang lebih tinggi.

“Perda itu kan tidak bisa bertentangan dengan pasal 365 KUH Pidana, yang isinya barang siapa mengambil milik orang lain adalah pencuri. Intinya di situ. Kalo cuma sebagai peringatan ya silahkan saja. Ini empat empatnya diambil,” sesal Hanafi.

Baca juga:  Jurnalis Meja Hijau Apresiasi KPN Manado Simarmata

Ditambahkan pula, bagi setiap yang melanggar Perda wajib diberikan sanksi.

“Jadi, kalau tindakan sanksi dan yang memberikan sanksi sekaligus mengambil barang orang, itu kan pencurian. Iya kan? Sudah melampaui batas kitab undang undang hukum pidana dalam hal ini pasal 365, itu pencurian,” tandas Hanafi. (ely)