Pemkab Minahasa berikan bantuan kepada keluarga korban yang terkena dampak bencana alam

TopikSulut– Pasca terkena dampak bencana alam, yakni banjir bandang dan tanah longsor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos), menyalurkan bantuan bagi warga di wilayah Desa Leilem Raya, Kecamatan Sonder, Senin (30/04) pagi tadi.

“Kami membawa bantuan sosial bagi 12 kepala keluarga di 9 rumah yang terdampak banjir, yang sebelumnya telah kami verifikasi pasca terjadinya bencana. Hal ini untuk memastikan agar bantuan sosial ini benar-benar tersalur kepada warga yang layak menerima bantuan,” ujar Kepala BPBD Minahasa Johanis Pesik SP, saat meninjau langsung lokasi bencana.

Adapun jenis bantuan sosial yang disalurkan, kata Kepala Dinsos Minahasa Royke Kaloh SH, berupa Bahan Pokok, Matras, Selimut, Ikan Kaleng, Susu dan bahan lainnya. Menurutnya, untuk jenis bantuan yang diserahkan itu menyesuaikan dengan kebutuhan korban bencana.

“Kalau tempat tidur terendam, kita berikan Matras dan Selimut. Kalau ada bayi, maka diberikan susu. Pada intinya disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Kaloh saat menyalurkan bantuan.

Dari hasil pantauan, personil gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Minahasa, bahu membahu membersihkan sisa material banjir yang menghambat saluran air untuk mencegah bencana serupa terulang.

“Sesuai instruksi pak Bupati, kami dari pihak Satpol PP mengerahkan 1 peleton personil yang berjumlah 37 anggota untuk membantu warga,” kata Kepala Satpol PP Minahasa, Meidy Rengkuan SH.

Sedangkan, untuk Dinas Damkar sendiri, dibawah pimpinan Kepala Dinas Alex Mamesah SSTP, menerjunkan sebanyak 4 unit mobil Damkar untuk menyemprot bekas-bekas lumpur yang masih tersisa di jalan raya serta material banjir yang menghalangi saluran air.

“Selain Damkar, kami menerjunkan 2 regu ke Desa Leilem ini, untuk membersihkan material banjir dan lumpur. Jumlah semuanya 40 orang,” kata Mamesah.

Sementara, intensitas curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (29/04) kemarin, menimbulkan luapan air dengan skala cukup besar dari kawasan perbukitan Lengkoan yang letaknya tak jauh dari pemukiman warga Leilem. Material yang terbawa banjir bahkan sempat menghalangi ruas jalan utama hingga menimbulkan kemacetan kendaraan yang melintas pada Minggu sore.

Sebanyak 9 unit rumah yang dihuni 12 Kepala Keluarga, termasuk Puskesmas pembantu Desa Leilem, yang dihuni 1 keluarga sempat terendam air dan lumpur. “Kejadiannya sekitar pukul 3 sore, saat itu air bercampur lumpur yang meluap dari saluran kemudian melewati jalan raya dan masuk ke rumah kami yang memang letaknya di bawah jalan,” tutur Deitje Rumondor, kepada wartawan.

Air bercampur lumpur yang meluap dan masuk ke sejumlah rumah warga tingginya bervariasi, mulai dari 20 sampai 25 sentimeter. “Sejumlah perabotan rumah ada yang ikut terendam meski tidak terlalu lama. Tapi seluruh ruangan termasuk kamar sempat dimasuki air bercampur lumpur,” ungkapnya.

Terkait peristiwa ini, Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Herkules Mewoh DEA, langsung memerintahkan lintas instansi terkait untuk segera turun ke lapangan membersihkan sisa material banjir dan membantu korban terdampak bencana.

Mewoh pun kepada masyarakat meminta agar dapat menjaga lingkungan sekitar, dan menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak alam. “Selain itu, masyarakat harus memperhatikan soal sampah dan jangan dibuang sembarangan. Karena ada informasi juga bahwa penyebab banjir di Leilem ini salah satunya diakibatkan sampah yang menumpuk di saluran air. Jadi sampah dari rumah tangga itu sebaiknya ditampung dulu, nanti diangkut dengan kendaraan pengangkut sampah,” pesan Mewoh.

Camat Sonder Drs Rouldy Mewoh dalam wawancara mengungkapkan, selain di Desa Leilem Raya, ada sejumlah desa lain di wilayahnya yang memang rawan bencana terutama longsor, seperti Desa Rambunan Raya, Timbukar dan Sawangan. “Dalam 2 tahun terakhir ini sudah 4 kali terjadi bencana. Makanya kami pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat yang ada dilokasi tersebut agar senantiasa waspada apabila cuaca belum normal. Kalu bisa sebaiknya menghindar dulu, sebab lebih baik mencegah daripada mengobati,” imbaunya.

Sementara berdasarkan data yang berhasil dirangkum, sejumlah wilayah lain yang ikut terdampak bencana di Kabupaten Minahasa akibat cuaca buruk yakni longsor di ruas jalan antara Desa Suluan menuju Rumengkor di kecamatan Tombulu, longsor di ruas jalan Wuloan menuju Marawas serta longsor di ruas jalan Tonsea menuju Tanggari, di Tondano Utara.(